Petugas Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah mengevakuasi korban longsor. (MI/Tosiani)
Petugas Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah mengevakuasi korban longsor. (MI/Tosiani)

Pencarian Korban Hilang Longsor Tambang Emas Ilegal di Kotabaru Dihentikan

Media Indonesia • 03 Oktober 2022 11:10
Banjarmasin: Upaya pencarian korban tanah longsor di kawasan penambangan emas di Gunung
Kura-Kura, Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru oleh Tim SAR gabungan dan relawan dihentikan. Tercatat sembilan orang tewas dan dua dinyatakan hilang dalam peristiwa bencana tanah longsor ini.
 
"Berdasarkan hasil evaluasi hingga hari ke-7 oleh tim SAR gabungan diputuskan bahwa pelaksanaan operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan lokasi longsor dari Posko," tutur Kepala Seksi SAR, Badan SAR Nasional Banjarmasin, Amri Zuna Kurniawan, Senin, 3 Oktober 2022.
 
Ada beberapa pertimbangan dihentikannya proses pencarian korban longsor. Di antaranya kondisi cuaca di lokasi longsor tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian akibat curah hujan tinggi. Sehingga lokasi kejadian labil dan rawan longsor susulan.
 
Baca: Belasan Penambang Emas Tertimbun Longsor di Kotabaru Kalsel

Lokasi longsor cukup luas dan tidak adanya lokasi titik pasti dapat dipetakan dari 2 korban yang belum ditemukan sehingga menyulitkan tim SAR dalam melakukan pencarian dengan cara manual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, penggunaan alat berat ekscavator sudah tidak efektif lagi dikarenakan medan curam dan tanah yang labil serta rawan terjadi longsor susulan. "Pelaksanaan operasi SAR sudah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur tim SAR gabungan berjumlah 80 orang," tambah
Amri.
 
Berdasarkan data Badan SAR Nasional Banjarmasin, hingga hari terakhir pencarian masih ada dua korban belum ditemukan dan dinyatakan hilang bernama Ravi, 28, warga Kabupaten Tapin dan Parin, 25, warga Hulu Sungai Selatan.
 
Kapolres Kotabaru, AKBP, M Gafhut Aditya mengatakan peristiwa tanah longsor yang melanda kawasan perkampungan para penambang emas di daerah pedalaman Kotabaru pada, 26 September lalu ini menyebabkan 9 orang tewas.
 
"Jumlah korban yang berhasil ditemukan 15 orang, masih ada dua korban belum ditemukan," ujarnya.
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif