Wali Kota Palembang Harnojoyo saat meninjau Sungai Bendung, beberapa waktu lalu.
Wali Kota Palembang Harnojoyo saat meninjau Sungai Bendung, beberapa waktu lalu.

Ratusan Warga Palembang Terdampak Banjir Luapan Sungai Bendung

Media Indonesia.com • 07 Oktober 2022 08:52
Palembang: Sekitar 500 warga Kelurahan 20 Ilir D2 Kecamatan Kemuning Kota Palembang, Sumatra Selatan, terdampak banjir luapan air Sungai Bendung dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter pada Kamis, 6 Oktober 2022.
 
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan dari ratusan warga itu, ada lebih dari 250 rumah yang tergenang banjir, yang berlangsung sejak pagi sekitar 06.00 WIB sampai malam ini. 
 
Mereka yang terdampak banjir itu meliputi 17 kawasan di antaranya kawasan Jalan R Soekamto, Jalan Rawa Sari, Jalan Seduduk Putih, dan Sekip Bendung dan sekitarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Maka atas kondisi itu, mulai dari tenda-tenda pengungsian, bantuan logistik sembako sudah disiapkan. Pokoknya apa pun yang dibutuhkan warga dalam kondisi bencana ini kami siapkan. TNI/Polri dan semua OPD wajib responsif turun ke lapangan menolong warga," kata Harnojoyo. Kamis, 6 Oktober 2022.
 
Menurutnya, bencana banjir tersebut dipicu oleh luapan air Sungai Bendung setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan lama yang berlangsung sejak Rabu malam, 5 Oktober 2022, hingga Kamis malam hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
 

Baca juga: Banjir di Aceh Utara Meluas ke 13 Kecamatan, 51.470 Jiwa Terdampak


Kondisi semakin diperparah sebab berdasarkan pantauan petugas ditemukan 17 titik kawasan Sungai Bendung mengalami sedimentasi dan hambatan lain seperti konstruksi jembatan dan bangunan penduduk. Sehingga, lanjutnya, aliran air Sungai Bendung yang memiliki luas 2.400 hektare itu tidak mengalir secara lancar terbuang ke daerah hilir yakni menuju ke Sungai Musi. 
 
Untuk mengatasi banjir itu, saat ini sedang berlangsung penyedotan menggunakan tiga unit mesin pompa air berkapasitas 3.600 liter per detik di pintu aliran Sungai Bendung.
 
"Karena hambatan itu sehingga membuat proses pengaliran cukup lamban. Kepada warga saya minta mohon bersabar. Tapi saya pastikan seluruh petugas akan terus siaga sampai kondisi air benar-benar kering dan kondusif," kata dia.
 
Wali Kota menyebutkan, berdasarkan informasi dari BMKG diketahui fenomena hujan yang mengguyur Kota Palembang pada Oktober-Desember ini merupakan yang terbesar selama 30 tahun terakhir.
 
Hal tersebut dipengaruhi oleh masih aktifnya La Nina dan menguatnya Dipole Mode yang menyebabkan curah hujan meningkat di atas rata-rata tanpa mengalami musim kemarau.

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif