Polsek Teluknaga menggelar rilis terkait preman yang memalak berujung pembakaran terhadap pedagang di tempat wisata Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Kamis, 21 Oktober 2021. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.
Polsek Teluknaga menggelar rilis terkait preman yang memalak berujung pembakaran terhadap pedagang di tempat wisata Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Kamis, 21 Oktober 2021. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Kesal Tak Diberi Uang, Preman di Tangerang Bakar Pedagang

Nasional premanisme Penganiayaan Kabupaten Tangerang Preman Aniaya Pedagang
Hendrik Simorangkir • 21 Oktober 2021 18:24
Tangerang: LE, 26, seorang pedagang yang biasa berjualan di tempat wisata Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, dibakar oleh preman. Pelaku membakar korban lantaran kesal tidak diberikan 'uang keamanan'.
 
Kapolsek Teluknaga, AKP Anton, mengatakan kejadian bermula saat pelaku dalam kondisi mabuk melakukan pemalakan terhadap korban yang sedang berjualan sosis bakar di wisata Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, pada sekira pukul 23.00 WIB, Jumat, 24 September 2021. Namun korban tidak memenuhi permintaan pelaku karena alasan ekonomi di masa sulit seperti ini.
 
"Diketahui uang hasil malak tersebut akan digunakan pelaku untuk mabuk-mabukan," kata Anton saat dikonfirmasi, Kamis, 21 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pemkab Banjarnegara Antisipasi Puncak Musim Hujan
 
Anton menjelaskan kesal permintaannya tidak dipenuhi oleh korban, pelaku pun langsung memukulnya menggunakan sebuah batang besi yang diambil dari dekat lokasi kejadian, tapi korban berhasil mengelak dan membuat pelaku semakin geram. Motif dari pelaku melakukan penganiayaan tersebut lantaran permintaannya tidak dituruti.
 
"Pelaku itu minta uang untuk beli miras. Oleh korban tidak diberikan karena saksi dan korban tidak mampu juga. Akhirnya pelaku menyiramkan bensin ke tubuh korban dan membakarnya dengan pemantik," jelasnya.
 
Setelah melakukan penganiayaan tersebut, Anton menuturkan pelaku langsung melarikan diri ke salah satu pondok pesantren di wilayah Jawa Tengah. Pelaku berada di pesantren dengan alasan ingin tobat agar diterima pihak pesantren.
 
"Di wilayah tersebut pelaku berhasil kami tangkap di wilayah Grobogan, Jawa Tengah," ungkapnya.
 
Anton mengatakan korban mengalami luka bakar 37% dan saat ini tengah dilakukan perawatan di rumah sakit. "Alhamdulillah biaya rumah sakit korban dicover oleh LPSK. Sehingga menambah kita untuk semangat mengungkap kasus ini," ujarnya.
 
Dari perbuatannya pelaku dijerat Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat dengan ancaman paling lama lima tahun penjara.
 

 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif