Ilustrasi. Gedung Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Ilustrasi. Gedung Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Ombudsman Pastikan Masih Selisik Dugaan Kekerasan Seksual di Lapas Narkotika

Nasional narapidana pelecehan seksual ombudsman kekerasan seksual
Ahmad Mustaqim • 10 November 2021 16:37
Yogyakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menyelidiki kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.
 
Ketua ORI DIY, Budhi Masturi, mengatakan, hasil penyelidikan yang dilakukan timnya sejauh ini masih sesuai dengan isi laporan eks napi Lapas tersebut.
 
"Insyaallah hasilnya masih sejalan dengan yang disampaikan pelapor," kata Budhi, Rabu, 10 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budhi mengatakan, Ombudsman sudah menurunkan tiga tim yang masing-masing beranggotakan dua orang untuk menyelidiki dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan Lapas Narkotika di kawasan Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.
 
Selain itu, pihaknya juga menggali informasi di klinik, yakni ke dokter, yang menangani pasien terduga korban kekerasan. Budhi mengatakan, observasi ke klinik itu juga untuk memastikan data siapa saja pasien narapidana yang sempat dirawat akibat kekerasan.
 
Baca juga:  Hidup Segan Mati Tak Mau, Nasib Si Pengayuh Roda Tiga
 
"Kami masih akan mengambil keterangan gelombang kedua," kata dia.
 
Budhi memastikan keterangan yang diambil dari setiap pihak bisa dipercaya. Sebab setiap orang telah diikat dengan sumpah.
 
Ia membeberkan, ada sekitar 10 berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat saat mendatangi Lapas Narkotika. Pihaknya mengonfirmasi ada lima nama yang diduga menjadi pihak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual.
 
"Yang punya peran signifikan (ada) lima (petugas), seperti pemaksaan marturbasi, memakai air seni, (kekerasan) dengan selang," ujarnya.
 
Ombudsman mengagendakan kembali menggali informasi ke Kantor Wilayah Kemenkum HAM DIY pekan depan. Selain itu, mereka masih memerlukan keterangan dari internal Lapas Narkotika.
 
"Kami akan memeriksa (bagian) kepegawaian dan keorganisasian untuk mengetahui kewenangan pengambil kebijakan sampai mana," ungkap Budhi.
 
Selain ombudsman, Komnas HAM juga menyelidiki kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di Lapas Narkotika. Komnas HAM masih memintai informasi dari internal Lapas Narkotika dan Kanwil Kemenkum HAM DIY keesokan harinya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif