Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Bea Cukai Kepri Cari Nakhoda Speedboat yang Hilang

Nasional penyerangan bea cukai
Anwar Sadat Guna • 03 Desember 2019 20:00
Batam: Seorang nakhoda speedboat yang diketahui bernama Aco hingga Selasa 3 Desember 2019 sore belum ditemukan. Petugas Bea Cukai Kanwil Kepri masih mencari keberadaan warga tersebut.
 
"Bea Cukai Kanwil Kepri mengerahkan satu kapal patroli besar dan satu speedboat untuk mencari korban," ujar Humas DJBC Kanwil Khusus Kepri Refly F Silalahi kepada Medcom.id, Selaaa, 3 desember 2019.
 
Refly mengatakan, operasi pencarian dilakukan di sekitar perairan Nongsa dan Karang Batang, Batam. Hinga sore ini, nakhoda speedboat tersebut belum ditemukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan menambah masa pencarian hingga tiga hari ke depan," ujarnya.
 
Pihak juga akan berkoordinasi dengan Kantor SAR Batam atau SAR Tanjungpinang untuk lakukan pencarian. "Pimpinan sudah berkomunikasi dengan tim SAR," kata Refly.
 
Terkait informasi bahwa kapal patroli Bea Cukai diduga menabrak speedboat warga hingga menyebabkan seorang awak speedboat itu meninggal dan satu orang terhempas ke laut, Refly mengatakan, sesaat setelah tabrakan tersebut, petugas Bea Cukai Kanwil Kepri langsung meninggalkan lokasi.
 
"Setelah kejadian itu, petugas bea cukai sudah meninggalkan lokasi sehingga tidak mengetahui ada tidaknya korban dalam insiden tersebut," ujarnya.
 
Ditambahkan Refly, pascakejadian merebak informasi bahwa terdapat korban meninggal dan seorang warga terhempas ke laut, petugas bea cukai dikerahkan untuk melakukan pencarian.
 
"Petugas patroli Kanwil DJBC dikerahkan untuk melakukan pencarian," ujarnya. Adapun informasi apakah speedboat tersebut membawa barang muatan ilegal? Refly belum dapat berkomentar banyak. "Nanti akan kami tanyakan lagi ke bagian yang menangani," pungkasnya.
 
Sebelumnya, seorang petugas patroli Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau mengalami luka diduga diserang pelaku penyelundupan minuman beralkohol di sekitar perairan Selat Singapura. Penyerangan terhadap petugas terjadi pada Minggu malam, 1 Desember 2019.
 
"Satu anggota speed BC (Bea Cukai) mengalami luka robek dan patah gigi di bagian mulut dan memerlukan tindakan medis," kata Humas Kanwil DJBC Khusus Refly F Silalahi dikofirmasi di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif