Modus Sindikat Penggelapan Mobil Sewa di Sulut
Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito, di Mapolda Sulut, Manado, Kamis, 8 November 2018. Medcom.id/Mulyadi Pontororing
Manado: Kasus penggelapan dan pemalsuan surat kendaraan bermotor yang dungkap Polda Sulawesi Utara, bermodus sewa dan pinjam pakai untuk mengelabui korban. Hal ini diungkap korban.

Salah satu korban penggelapan kendaraan bermotor bernama Anglia Tumobar, 29, warga Manado. "Bersyukur saat ini sudah ditemukan dan kami sangat berteri makasih kepada Bapak Kapolda dan jajaran,” kata di Mapolda Sulut, Manado, Kamis, 8 November 2018.

Tiga mobil miliknya digelapkan tersangka dengan modus sewa sejak awal Maret 2018. Korban lainnya, Bernard Saroinsong, 54, warga Manado, juga menyampaikan hal senada.


Bernard mengatakan mobilnya hilang sejak 1 Mei 2017. Saat ini pelat nomornya sudah diganti. Tersangka awalnya mengaku meminjam mobil untuk dipakai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Selama satu tahun empat bulan kami berusaha cari sampai di Makassar, Palu dan Gorontalo, ternyata dapat di Bolmong," ucapnya.

Baca: Sindikat Penggelapan Mobil dan Surat Bodong Ditangap

Sebanyak 14 pelaku dari sindikat penggelapan dan pemalsuan surat kendaraan bermotor (STNK) ditangkap dalam rentang Julu hingga Oktober 2018. Empat di antaranya polisi.

Tak tanggung-tanggung, polisi menyita 18 mobil sewaan yang digelapkan. Pelaku menjual kendaraan sewaan ke orang lain setelah memalsukan STNK dan TNKB.

Kendaraan biasanya dibawa ke luar kota untuk dijual. Polisi pun meminta warga berhati-hati saat membeli kendaraan.

"Apabila mau melakukan transaksi kendaraan, agar melakukan pengecekan keabsahan surat-surat ke Polri. Apakah surat-surat tersebut asli atau tidak, curian atau tidak," kata Kapolda Sulut Irjen Bbang Waskito.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id