Ilustrasi--Potret deretan rumah yang ada di bantaran Kali Ciliwung, Manggarai, Jakarta. (Foto: MI.Andri Widiyanto)
Ilustrasi--Potret deretan rumah yang ada di bantaran Kali Ciliwung, Manggarai, Jakarta. (Foto: MI.Andri Widiyanto)

Setelah Pandemi, Bandung Benahi Kemiskinan

Nasional kemiskinan kota bandung Kemiskinan Ekstrem Kemiskinan Ekstrem di Desa
Media Indonesia.com • 09 Oktober 2021 08:57
Bandung: Penanganan pandemi covid-19 di Kota Bandung, Jawa Barat, terus membaik. Salah satu indikatornya jumlah kasus harian terus menurun. Kemarin, hanya ada penambahan 17 pasien baru.
 
Namun, di balik angka menggembirakan itu masih ada tugas berat yang harus diselesaikan pasangan Wali Kota Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Yana Mulyana. Persoalan itu ialah jumlah warga miskin akibat pandemi telah mencapai angka 60 ribuan rumah tangga.
 
"Dari jumlah itu, keluarga yang mengalami miskin secara permanen telah mencapai 3.100 rumah tangga. Kedua jenis kemiskinan, miskin permanen dan tidak, membutuhkan intervensi pemerintah, terutama dalam bentuk bantuan," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Tono Rusdiantono, Jumat, 9 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengaku terus menguatkan akurasi data untuk mengintervensi. Pembaruan data semula dilakukan enam bulan sekali, ditingkatkan menjadi tiga bulan sekali, dan saat ini sudah setiap bulan.
 
Setiap hari, lanjutnya, dilakukan usul, perbaikan, dan kelaikan sesuai dengan prosedur. "Saya pastikan ketepatan sasaran penyaluran beragam bantuan yang diberikan sudah menyentuh kisaran 90%."
 
Baca juga: BKP Dalami Peredaran Daging Babi Selundupan di Pulau Bintan
 
Di Sumatra Selatan, angka kemiskinan juga menyentuh 1,11 juta orang. Jumlah itu mencapai 12,84% dari total penduduk pada 2021.
 
"Kita terus berupaya mengupayakan pemerataan pembangunan. Tidak hanya infrastruktur, tapi juga ekonomi kerakyatan demi menekan angka kemiskinan," kata Sekretaris Daerah Supriono.
 
Di Banyumas, Jawa Tengah, dampak pandemi sangat dirasakan pengusaha gula merah di Desa/Kecamatan Karangsalam. Penjualan produk gula merah mengalami penurunan.
 
"Produksi saya mencapai 12-14 kilogram per hari. Sayangnya, penjualannya hanya berkisar 2-4 kilogram," keluh Naviatun, 30, produsen gula.
 
Di sisi lain, pedagang di Kota Sorong, Papua Barat, juga harus merasakan dampak pandemi. Pembangunan pasar ikan yang direncanakan pemerintah kota tertunda.
 
Ketika soal itu ditanyakan ke Wali Kota Lamberthus Jitmau, ia berjanji akan segera membangunnya. "Beri 2-3 minggu, kami akan benahi."
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif