Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa (kiri) (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa (kiri) (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Pemprov Papua Klaim Kondisi Yalimo Sudah Kondusif

Nasional pilkada pilkada serentak perselisihan pilkada serentak Sengketa Pilkada Pilkada Papua
Antara • 04 Agustus 2021 19:54
Jayapura: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengeklaim kondisi dan situasi di Kabupaten Yalimo sudah kondusif setelah kerusuhan terkait Pilkada 2020 pada Selasa, 29 Juli 2021. 
 
Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa mengatakan, kini Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Yalimo Isak Yando menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati setempat untuk mengisi kekosongan jabatan sementara.
 
"Kami berharap Sekda Kabupaten Yalimo selaku pelaksana harian bupati dapat menjalankan tugas pemerintahan, menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif serta melakukan rekonsoliasi," ujar Doren di Jayapura, Rabu, 4 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, Gubernur Papua Lukas Enembe sudah mengusulkan caretaker Bupati Yalimo yang hingga kini masih menunggu prosesnya dari Kementerian Dalam Negeri.
 
Doren berharap Surat Keputusan (SK) Kementerian Dalam Negeri terkait caretaker Bupati Yalimo segera turun pada pekan ini. Sehingga, roda pemerintahan di kabupaten setempat dapat berjalan dengan baik.
 
Baca: 7 Kantor Pemerintahan Yalimo Dibakar, Jalan Diblokade Massa
 
Sebelumnya, massa membakar tujuh kantor pemerintahan dan satu Bank Papua serta memblokade akses jalan di Kabupaten Yalimo, Papua, sekitar pukul 16.00 WIT. Mereka merupakan pendukung pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 01, Erdi Dabi dan Jhon Wilil.
 
"Massa pendukung nomor urut 01 tidak puas dengan hasil putusan yang menyatakan pasangan calon bupati nomor urut 01, yaitu Erdi Dabi dan Jhon Wilil, di pilkada Kabupaten Yalimo didiskualifikasi," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 Juni 2021.
 
Kamal memerinci kantor yang dibakar massa. Gedung ini meliputi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kantor Gakkumdu, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK), Kantor Perhubungan, hingga Bank Papua.
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif