Ilustrasi
Ilustrasi

Penipuan Modus Anak Masuk RS, Warga Bantul Kehilangan Rp21 Juta

Ahmad Mustaqim • 23 Agustus 2022 20:28
Yogyakarta: Seorang wali murid SD di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tertipu komplotan penjahat hingga rugi puluhan juta rupiah. Orang tua siswa itu dibohongi penipu bahwa anaknya mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit. 
 
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan seorang warga Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, inisial DP, 43, dihubungi seseorang pada Senin, 22 Agustus 2022. Penelepon mengaku dari SD tempat anaknya bersekolah di wilayah Bantul Kota.
 
"Ia diberitahu bahwa anaknya terjatuh hingga tidak sadarkan diri dan telah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Bantul," ujar Jeffry dihubungi, Selasa, 23 Agustus 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada komunikasi lewat telepon itu, pelaku memberikan nomor gawai untuk menghubungi orang yang membawa anaknya ke rumah sakit. DP lantas menghubungi nomor tersebut dan berbicara dengan seseorang yang mengaku sebagai dokter dari pihak rumah sakit. 
 
Baca juga:  Jadi Modus Penipuan, Waspadai Kerja di Luar Negeri Via Online

"Orang yang mengaku dokter memberitahukan bahwa anak korban harus segera dioperasi dan harus memesan sebuah alat di apotek seharga Rp21,9 juta," ujarnya. 
 
Kemudian, Jeffry melanjutkan, orang yang mengaku dokter tersebut memberikan nomor gawai apoteker. Korban kemudian menghubungi nomor tersebut serta memesan alat yang disampaikan penelepon sebelumnya.
 
Menurut dia, DP tak curiga apapun dalam situasi itu. DP kemudian pergi ke ATM untuk mentrasnfer uang sebesar Rp21,9 juta ke nomor rekening yang diberikan oleh pelaku. Setelah transfer, DP dihubungi oleh nomor seseorang yang sebelumnya mengaku dokter bahwaanaknya telah dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
 
"Korban lalu menuju ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk menemui anaknya. Setelah dicek, ternyata anaknya tidak pernah dirawat di rumah sakit tersebut," ungkapnya. 
 
Baca juga: Bikin Berita Bohong Lalu Peras Sekolah, Wartawan Gadungan Dibekuk

Setelah itu, DP menghubungi wali siswa di sekolah. Guru tersebut mengabarkan bahwa anaknya dalam kondisi baik-baik saja.
 
"Setelah mengetahui anaknya sehat, korban lalu melaporkan penipuan tersebut ke Polres Bantul," ujar Jeffry.
 
Pihaknya mengimbau masyarakat tidak panik bila tiba-tiba ada pihak yang menghubungi mengabarkan anggota keluarganya sakit atau dalam keadaan darurat. Ia meminta masyarakat memastikan lebih dahulu siapa yang menghubungi dan dikenali atau tidak. 
 
"Ada baiknya bila konfirmasi atau cek kembali kebenarannya untuk terhindar dari penipuan ataupun kejahatan lainnya," terang dia.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif