ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

200 Personel Polisi Diturunkan Amankan Sidang HAM Paniai

Muhammad Syawaluddin • 20 September 2022 23:00
Makassar: Sidang kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat Paniai rencananya akan digelar besok, 21 September 2022. Sebagai upaya pengamanan pihak kepolisian menurunkan ratusan personel.
 
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, mengatakan pihaknya akan melakukan pengamanan dengan menurunkan hingga 200 personel. Ratusan anggota kepolisian itu termasuk tim dari Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulawesi Selatan.
 
"Sebanyak 200 (personel yang akan diturunkan). Termasuk dengan Brimob," kata Budhi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 20 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pihaknya belum menjelaskan bagaimana pola pengamanan saat sidang kasus pelanggaran HAM Paniai di Pengadilan Negeri Makassar besok. Namun yang pasti sesuai dengan standar persidangan.
 
"(Pengamanan) standar sesuai aturan sidang," jelasnya.
 
Baca: Keluarga Korban Peristiwa Paniai Tak Akan Datang ke Persidangan
 
Budhi menjelaskan pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan kerawanan yang akan terjadi. Hal itu sesuai dengan laporan dari intelijen.
 
Dalam perkara HAM berat Paniai, Kejaksaan Agung sebagai penyidik menetapkan mantan Perwira Penghubung Kodim Paniai Mayor Inf (Purn) Isak Sattu sebagai tersangka tunggal. Direktorat Pelanggaran HAM Berat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) sendiri telah melimpahkan perkara itu ke pengadilan sejak pertengahan Juni 2022.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan jaksa akan menghadirkan setidaknya 45 saksi yang bersal dari unsur sipil maupun TNI/Polri. Pihaknya menjamin kemanan para saksi sipil untuk mengikuti jalannya sidang tersebut.
 
Dalam sidang tersebut sebanyak lima hakim akan bertugas di pengadilan tingkat pertama, yakni Sutisna Sawati, Abdul Rahman Karim, Siti Noor Laila, mantan Komisioner Komnas HAM, Robert Pasaribu,analis hukum pada Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, dan Sofi Rahma Dewi, akademisi.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif