Tan Bratta Halim saat menunjukkan patung-patung jualannya. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Tan Bratta Halim saat menunjukkan patung-patung jualannya. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Penjualan Pernak Pernik Natal di Yogyakarta Perlahan Naik

Ahmad Mustaqim • 23 Desember 2022 23:35
Yogyakarta: Aktivitas masyarakat yang terus menuju normal membuat kegiatan peribadatan keagamaan juga menyusul. Peribadatan mendekatan Natal 2022 juga diperkirakan ramai.
 
Dalam situasi itu, penjual pernak-pernik naik turut mendapatkan peningkatan rezeki. Meskipun kenaikan penjualannya tidak begitu signifikan.
 
Bengkel patung milik Tan Bratta Halim di Jalan Pajeksan Nomor 48 Kota Yogyakarta sudah sibuk dengan pesanan perayaan Natal 2022 dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian jumlah pesanan tidak begitu besar.

"Pesanan biasa saja. Memang ada kenaikan tapi tidak terlalu banyak. Kemarin malah nolak, karena pesennya mepet," kata Bratta ditemui di rumah belum lama ini.
 
Baca: Perputaran Uang Saat Natal dan Tahun Baru Kerek Ekonomi Daerah

Bengkal tersebut memproduksi maupun memperbaiki patung untuk peribadatan umat Kristen maupun Katholik. Patung Yesus Kristus hingga Patung Bunda Maris dalam berbagai ukuran terdapat di bengkel itu.
 
Lelaki 78 tahun ini dibantu lebih dari 20 pekerja dalam memproduksi patung. Pembuatan patung telah dilalui sejak sebelum era ditital hingga kini dengan bantuan desain menggunakan komputer.
 
Desain patung memakai komputer khusus untuk patung-patung berukuran kecil, seperti yang berukuran 5 sentimeter. Ukuran patung yang diproduksi mulai 5 sentimeter hingga 2 meter.
 
"Dengan bantuan komputer membuat desainnya agar mudah," jelasnya.
 
Ia mengatakan patung berukuran kecil biasanya untuk suvenir. Bengkelnya bisa memproduksi ribuan patung kecil dalam sebulan.
 
Dalam situasi ini, pesanan patung tidak begitu pesan mendekati Natal. Pesanan patung lebih besar saat memasuki rangkaian ibadah Paskah, baik itu untuk pesanan patung Maria maupun Yesus. Mereka yang pesan tak hanya level lokal, namun juga dari sejumlah negara, seperti Prancis dan Amerika.
 
"Kami ada yang ekspor ke luar negeri. Biasanya yang pesan melalui Romo (pemuka agama di gereja)," ungkapnya.
 
Di Balik Pandemi Covid-19
 
Masuknya covid-19 membuat hampis semua sektor usaha tergungcang. Meski begitu, Bratta menyebut usahakan tak merasakan dampak virus terhadap usahanya tersebut.
 
Lelaki 78 tahun itu sudah sekitar setengah abad berkecimpung dalam pembuatan patung keagamaan. Selama puluhan tahun berbinis, Bratta mengatakan pandemic covid-19 tak berpengaruh pada usahanya.
 
"Saat pandemi karyawan ngomong ke saya agar tidak memecat. Saya jawab nggak ada yang dipecat," ujarnya.
 
Pembatasan aktivitas masyarakat melalui kebijakan PPKM membuat masyarakat menggelar ibadah dalam skala kecil. Peribadatan skala kecil tersebut justru membuat usaha Bratta banyak mendapatkan pesanan.
 
Bratta menyebut ‘gereja kecil’ itu membutuhkan patung sebagai medium untuk prosesi peribadatan. Usahanyalah yang salah satunya menjadi tujuan pemesanan patung Yesus Kristus dan Bunda Maria.
 
Penjualan patung yang Bratta lakukan tak hanya secara manual melalui toko. Ia juga menjual melalui lokapasar atau marketplace. Bratta dibantu anak-anaknya untuk berjualan.
 
Berkah
 
Usaha yang Bratta jalannya tak melulu mengejer profit. Ia pernah melayani pesanan patung untuk rumah ibadah tanpa dibayar.
 
Bratta mengatakan situasi itu bahkan beberapa kali ia alami. Meski tak dibayar, Bratta mengaku tidak rugi.
 
"Sampai sekarang nggak rugi lho, percaya (atau) nggak percaya," ucapnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan