Ketua Asosiasi Pengusaha dan Peternak Sapi dan Kambing, Munaji mengatakan, mencuatnya isu wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak, mengakibatkan penjualan daging di Pontianak menurun hingga 50 persen. (Foto ANTARA/Jessica HW)
Ketua Asosiasi Pengusaha dan Peternak Sapi dan Kambing, Munaji mengatakan, mencuatnya isu wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak, mengakibatkan penjualan daging di Pontianak menurun hingga 50 persen. (Foto ANTARA/Jessica HW)

Omzet Penjual Daging di Pontianak Anjlok Imbas PMK

Antara • 19 Mei 2022 19:15
Pontianak: Ketua Asosiasi Pengusaha dan Peternak Sapi dan Kambing, Munaji mengatakan, mencuatnya isu wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak, mengakibatkan penjualan daging di Pontianak menurun hingga 50 persen.
 
"Kami mengimbau konsumen agar tidak perlu khawatir dengan adanya wabah, karena hewan ternak yang telah terjangkit PMK tidak bisa menularkan penyakit tersebut ke manusia, sehingga para konsumen tidak perlu khawatir," kata Munaji di Pontianak, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Dengan adanya isu yang masih simpang siur tersebut akibatkan penurunan minat pembeli daging, pada hari biasanya dapat terjual 40 sampai 50 ekor sapi atau kambing per hari. Namun saat ini telah menurun sampai 50 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini diduga karena dua faktor, pertama, karena setelah hari raya Idulfitri masyarakat banyak pengeluaran jadi belum membeli daging, dan kedua karena isu PMK yang beredar masih simpang siur," katanya.
 
Munaji mengatakan untuk harga daging segar saat ini masih stabil dengan kisaran Rp135-140 ribu per kilogram.
 
Baca: Wabah PMK Meluas ke 11 Kecamatan di Lamongan
 
Dengan adanya kasus PMK yang menjangkit hewan ternak membuat persediaan sapi dan kambing juga menurun, ditambah lagi saat hari raya Idulfitri sebelumnya banyak membutuhkan daging tersebut.
 
"Prediksi kebutuhan untuk Iduladha sekitar 500 hingga 1000 ekor sapi, dan kambing sekitar 2.000 sampai 3.000 ekor," kata dia.
 
Dia juga menjelaskan setiap tahun kebutuhannya memang seperti itu namun kebutuhan tersebut bisa saja meningkat karena pandemi covid-19 yang sudah menurun.
 
"Saya harap masyarakat untuk tidak panik mendengar isu kasus PMK yang terjadi di Indonesia karena wabah tersebut tidak menjangkit manusia," ucapnya.
 
Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, menjelang Iduladha 1443 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengantisipasi penularan PMK hewan ternak sapi di Kota Pontianak dengan melakukan uji sampel kepada sebanyak 13 ekor sapi di empat kecamatan.
 
"Dari uji sampel tersebut belum ditemukan kasus positif penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak sapi yang ada di Pontianak," ungkapnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif