Tangkapan layar aparat kepolisian serbu Desa Wadas. Foto: Twitter @walhinasional.
Tangkapan layar aparat kepolisian serbu Desa Wadas. Foto: Twitter @walhinasional.

5 Fakta Kasus Proyek Pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas

Cindy • 09 Februari 2022 19:31
Jakarta: Nama Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, menjadi trending topic di Twitter. Desa Wadas menjadi viral lantaran konflik antara aparat TNI-Polri dan warga yang dipicu masalah pembangunan Bendungan Bener. 
 
Dalam video yang diunggah @walhinasional, tampak aparat berseragam lengkap dengan helm, tameng, dan tongkat pemukul berjaga di depan Masjid di Desa Wadas. Kemudian tampak beberapa warga ditangkap oleh aparat. 
 
"Walhi mengutuk keras tindakan sewenang-wenang kepolisian di Desa Wadas. Dalihnya, kepolisian kawal pengukuran lahan namun dibarengi dengan intimidasi dan pengepungan di masjid," tulis WALHI dikutip dari Twitter, Rabu, 9 Februari 2022. 
 
Warga yang ditangkap diketahui menolak keras lahannya dibebaskan untuk penambangan batu adesit. Batu andesit yang ditambang dari Desa Wadas ini bakal digunakan sebagai material untuk proyek Bendungan Bener yang lokasinya berada di Kabupaten Purworejo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Desa Wadas Trending Twitter, Polisi Lakukan Intimidasi dan Pengepungan Masjid
 
Luas tanah yang akan dibebaskan mencapai 124 hektare. Warga khawatir penambangan itu akan merusak sumber mata air dan sawah lantaran sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani. 
 
Berikut 5 fakta kasus proyek pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas dirangkum tim Medcom.id:

1. Nilai proyek capai Rp2 miliar

Proyek Bendungan Bener diketahui masuk dalam proyek strategis nasional. Biaya pembangunan bendungan itu senilai Rp2,06 triliun. Adapun sumber dana investasi pembangunan Bendungan Bener berasal dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). 

2. Ganjar Pranowo minta maaf

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf kepada masyarakat, terutama warga Desa Wadas akibat konflik yang terjadi. Dia juga berjanji akan membebaskan warga yang ditahan polisi. 
 
"Kemarin malam saya sudah menelepon Pak Kapolda dan Pak Wakapolda. Saya menyampaikan agar warga Wadas dibebaskan dan kami bersepakat Insyallah hari ini warga akan dipulangkan," kata Ganjar dikutip dari Twitter @ganjarpranowo. 
 
Ganjar juga akan membuka ruang dialog dengan warga Wadas serta difasilitasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dia menginginkan agar masalah ini diselesaikan dengan baik. 
 
Baca: Trending Twitter, Ini Proyek yang Bikin Desa Wadas Dikepung Polisi

3. Polri klaim tak ada kekerasan

Polri mengeklaim tidak terjadi aksi kekerasan saat melakukan pengawalan tim pengukur lahan penambangan batuan andesit di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo. Kondisi dipastikan kondusif selama pelaksanaan pengukuran tahap satu. 
 
"Dilakukan pendampingan untuk memastikan tidak terjadi penggunaan kekerasan atau pelanggaran personel satgas yang melaksanakan pengamanan," ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers secara virtual. 
 
Tim telah melakukan pengukuran sebanyak 144 bidang dari target 150 bidang. Pengukuran juga bersama dengan warga Wadas yang mengamini lahannya dibebaskan. 

4. Polri tidak kerahkan ribuan personel

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi memastikan pihaknya tidak menerjunkan ribuan polisi ke lokasi Bendungan Bener pada Selasa, 8 Februari 2022. Personel hanya ditugaskan untuk mendampingi tim pengukur tanah. 
 
"Tidak ada ribuan polisi, hanya 250 personel yang diterjunkan untuk mendampingi 10 Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN)," kata Luthfi dalam keterangan pers. 

5. Puluhan warga Desa Wadas dipulangkan

Sebanyak 66 warga Desa Wadas yang sempat ditangkap saat terjadi ketegangan dalam pengukuran lahan proyek Bendungan Bener, dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka dipulangkan dengan menggunakan dua bus. 
 
"Seluruh warga dalam kondisi sehat dan menerima perlakuan humanis," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy. 
 
Selama ditahan di Polres Purworejo, para warga didata dan diperiksa. Ia menambahkan pemulangan puluhan warga ini merupakan bentuk realisasi janji Kapolda Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Tengah.
 
Baca: Kapolda Jateng Klaim Tak Ada Pengerahan Ribuan Personel ke Desa Wadas
 
(CIN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif