Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumsel, Yusnin. Medcom.id-Gonti Hadi Wibowo
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumsel, Yusnin. Medcom.id-Gonti Hadi Wibowo

2.853 Desa di Sumsel Bentuk Relawan Lawan Covid-19

Gonti Hadi Wibowo • 04 April 2020 14:17
Palembang: Sebanyak 2.853 desa di Sumatra Selatan segera membentuk relawan desa lawan covid-19 (virus korona). Dibentuknya relawan desa ini untuk mencegah penyebaran covid-19 masuk ke desa.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumsel, Yusnin mengatakan pembentukan relawan desa lawan covid-19 ini merupakan intruksi dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT). Pihaknya sudah menerima surat edaran mengenai anggaran dana desa untuk diprioritaskan untuk program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan pencegahan penanganan virus korona.
 
“Saya sudah membuat surat edaran kepada 2.853 desa di Sumsel untuk mengubah rancangan anggaran desa untuk dimasukan pencegahan penanganan virus korona dengan membentuk relawan desa dalam waktu dekat,” kata Yusnin, di Palembang, Sabtu 4 April 2020.

Yusri menjelaskan, struktur relawan desa lawan covid-19 di Sumsel nantinya akan diketuai oleh Kepala Desa (Kades) dengan didampingi oleh polisi dan TNI untuk pencegahan penanganan virus korona. Adapun anggarannya disesuaikan masing-masing desa. 
 
Baca: 2 Orang Positif Covid-19 Berkeliaran di Sumsel
 
“Saya tidak bisa memastikan berapa anggaran setiap desa itu berapa untuk penanganan virus korona. Karena dana desa yang didapat itu berbeda-beda tergantung dari kas desanya itu sendiri,” ujarnya. 
 
Relawan desa lawan covid-19 bertugas untuk melakukan pencegahan dengan melakukan edukasi sosialisasi terkait virus korona. Serta mendata penduduk yang rentan sakit, memfasilitasi desa untuk dijadikan tempat isolasi, melakukan penyemprotan disinfektan dan menyediakan hand sanitizer di tempat umum. 
 
“Relawan desa juga harus memantau pergerakan masyarakat yang keluar masuk dari daerah lain. Tetapi yang terpenting mereka juga harus memastikan tidak ada kegiatan yang mengundang keramaian di desa,” pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>