Babel: Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) didorong untuk mengelola lahan eks tambang menjadi destinasi wisata. Lantaran, banyaknya lahan eks tambang yang kini menjadi destinasi wisata.
Sejumlah lahan eks tambang di Babel yang berubah menjadi destinasi wisata di antaranya kulong biru di Bangka Tengah dan Belitung, Bangka Botanical Garden (BBG) di Pangkalpinang. Kini yang tengah dikembangkan PT Timah, taman reklamasi air Jangkang, Merawang, dan lainnya.
"Kami melihat, Babel memiliki banyak potensi untuk pemanfaatan pengembangan lahan eks tambang. Tetapi baru beberapa yang sudah dikelola, dan kami promosikan sebagai destinasi wisata baru di Babel," kata Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Babel, Firmansyah, Jumat, 28 Agustus 2020.
Baca; Obyek Wisata Outdoor di Sleman Menyongsong New Normal
Dia menerangkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan destinasi wisata. Pertama adalah sisi keselamatan, jangan sampai lokasi yang dikelola memiliki dampak.
"Kita memiliki potensi tapi belum dikelola maksimal. Tapi bukan berarti kita anti tambang. Saat lahan sudah tidak dimanfaatkan, bisa dijadikan kawasan pariwisata. Banyaknya, relatif, ada yang sudah dikelola, ada yang belum," ujarnya.
Sejauh ini, yang terdata di Disbudpar, ada sekitar lima destinasi. Untuk destinasi yang baru dikembangkan, jika belum dilaporkan maka belum bisa direkomendasi oleh disbudpar.
"Kita lihat dulu apakah potensinya bahaya atau tidak. Kita belum tahu kedalaman berapa, keasaman berapa. Seperti di Jebus, lahan eks tambang tiba-tiba ada habitat buaya, makanya kita mendorong dikelola dulu. Bukan serta merta semua eks tambang dijadikan destinasi, tapi cenderung manfaat yang sudah dikelola," tukasnya.
Babel: Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) didorong untuk mengelola lahan eks tambang menjadi
destinasi wisata. Lantaran, banyaknya lahan eks tambang yang kini menjadi destinasi wisata.
Sejumlah lahan eks tambang di Babel yang berubah menjadi destinasi wisata di antaranya kulong biru di Bangka Tengah dan Belitung, Bangka Botanical Garden (BBG) di Pangkalpinang. Kini yang tengah dikembangkan PT Timah, taman reklamasi air Jangkang, Merawang, dan lainnya.
"Kami melihat, Babel memiliki banyak potensi untuk pemanfaatan pengembangan lahan eks tambang. Tetapi baru beberapa yang sudah dikelola, dan kami promosikan sebagai destinasi wisata baru di Babel," kata Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Babel, Firmansyah, Jumat, 28 Agustus 2020.
Baca; Obyek Wisata Outdoor di Sleman Menyongsong New Normal
Dia menerangkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan destinasi wisata. Pertama adalah sisi keselamatan, jangan sampai lokasi yang dikelola memiliki dampak.
"Kita memiliki potensi tapi belum dikelola maksimal. Tapi bukan berarti kita anti tambang. Saat lahan sudah tidak dimanfaatkan, bisa dijadikan kawasan pariwisata. Banyaknya, relatif, ada yang sudah dikelola, ada yang belum," ujarnya.
Sejauh ini, yang terdata di Disbudpar, ada sekitar lima destinasi. Untuk destinasi yang baru dikembangkan, jika belum dilaporkan maka belum bisa direkomendasi oleh disbudpar.
"Kita lihat dulu apakah potensinya bahaya atau tidak. Kita belum tahu kedalaman berapa, keasaman berapa. Seperti di Jebus, lahan eks tambang tiba-tiba ada habitat buaya, makanya kita mendorong dikelola dulu. Bukan serta merta semua eks tambang dijadikan destinasi, tapi cenderung manfaat yang sudah dikelola," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)