NEWSTICKER
Sudarwanto, 37, penyelamat puluhan siswa saat terseret arus sungai Sempor. Foto: Medcom.id/A Mustawim
Sudarwanto, 37, penyelamat puluhan siswa saat terseret arus sungai Sempor. Foto: Medcom.id/A Mustawim

Sudarwanto Sosok Penyelamat Puluhan Siswa SMPN 1 Turi

Nasional Siswa SMPN 1 Turi Hanyut
Ahmad Mustaqim • 24 Februari 2020 12:57
Sleman: 'Tolong pak, tolong pak.' Kalimat tersebut sangat diingat Sudarwanto, saat ini. Sudarwanto merupakan sosok penolong puluhan siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, dari derasnya aliran Sungai Sempor, Desa Donokerto, pada Jumat, 21 Februari 2020.
 
Lelaki bertempat tinggal di Dusun Kembangarum, Desa Donokerto, itu tak menyangka melihat kejadian nahas di Sungai Sempor. Mulanya, Sudarwanto berniat memancing yang biasa dilakukan setelah hujan. Ia berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dari rumah.
 
Jarak rumahnya dengan titik memancing di Sungai Sempor sekitar 300 meter. Dia berangkat mengendarai sepeda motor. Sesampainya di sungai, dia mendapati suasana genting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya baru mau mancing lihat anak-anak pada teriak dan menangis. Saya langsung lari untuk menyelamatkan," kata Sudarwanto ditemui di kediamannya di Dusun Kembangarum RT 5 RW 26 Desa Donokerto pada Senin, 24 Februari 2020.
 
Baca:Kisah Siswa SMPN 1 Turi Selamatkan Teman dari Maut
 
Saat suasana genting itu, dia masih barada di atas tebing. Ia harus turun dengan ketinggian sekitar 5 meter untuk mendekat ke sungai.
 
Dia menceritakan, saat itu hampir semua siswa berteriak minta tolong. Sudarwanto tak bisa mengingat berapa jumlah siswa berpakaian Pramuka yang menangis dan panik. Bahkan, ia tak menampik ikut merasakan kepanikan itu. Beberapa ada yang sudah lemas, ada juga yang masih tampak memiliki tenaga.
 
"Banyak yang syok dengan kejadian itu. Saat itu hanya ada beberapa warga. Saya yang di sana, langsung turun saja ke sungai," ujarnya.
 
Di tengah kepanikan itu, Sudarwanto langsung menceburkan diri ke sungai. Dia melawan arus Sungai Sempor hasil kiriman dari hulu di bagian Gunung Merapi.
 
Lelaki yang juga petani ini bergerak cepat untuk menyelamatkan anak-anak. Dia memperkirakan ada lima titik harus berpindah menyelamatkan siswa dari seretan arus.
 
Baca:Siswa SMPN 1 Turi Sempat Meminta Tak Susur Sungai
 
Semula, ia menolong secara manual. Membopong satu per satu siswa dari tengah sungai. Dia mengungkap sejumlah siswa tertahan di bebatuan di tengah sungai, sehingga memudahkan pertolongan.
 
Saat siswa sudah dibopong, dibawa ke pinggir sungai. Sudarwanto merasa hafal dengan medan sungai yang menjadi lokasi mancingnya bertahun-tahun. Kedalaman sungai berkisar satu hingga dua meter, dengan lebar empat sampai lima meter.
 
"Ada yang saya bopong, ada yang digendong. Saya berenang bawa satu diajak ke pinggir sungai, terus begitu," tuturnya.
 
Dia memperkirakan, ada 25 hingga 30 anak yang diselamatkan dari seretan arus sungai. Selain secara manual, ia menggunakan tangga bantuan dari warga.
 
Sudarwanto mengakui medan sungai cukup berbahaya. Apalagi untuk orang yang tak bisa berenang. Sekitar 500 meter dari titik kejadian terdapat bendungan.
 
"Kalau saya sudah tidak takut di sungai (Sempor). Sejak kecil saya mainnya di sana. Kalau habis hujan berangkat mancing," kata lelaki berusia 37 tahun itu.
 
Baca:Orang Tua Korban Susur Sungai Bisa Tuntut Sekolah
 
Sudarwanto tak menyesal gagal mendapat ikan dari rencana memancing. Baginya, menyelamatkan puluhan anak lebih berharga.
 
"Bisa menyelamatkan rasanya senang dan susah. Senangnya bisa menyelamatkan banyak orang. Kalau susah melihat siswa tak terselamatkan," ucapnya.
 
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, sempat mendatangi kediaman Sudarwanto. Sri mengibaratkan Sudarwanto telah menjadi seperti malaikat penyelamat.
 
"Meskipun itu juga membahayakan dirinya. Dia juga bisa terbawa arus saat menolong," ujarnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif