ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Gubernur DIY Ancam Terapkan PSBB Jika Warga Tak Patuh

Nasional Virus Korona PSBB
Ahmad Mustaqim • 16 Mei 2020 15:30
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengancam akan melakukan pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jika warganya tak patuhi prosedur pencegahan covid-19. Di sisi lain ia melihat paparan virus lewat empat klaster terus berkembang.
 
"Patuh dan mengendalikan diri di rumah, selesai masalahnya. Tidak kerumunan dan sebagainya," kata Sri Sultan di Yogyakarta, Sabtu, 16 Mei 2020.
 
Baca: Dinkes Jateng Identifikasi Seluruh Peserta Klaster Gowa

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan warganya masih sulit untuk tidak keluar meski keperluan tidak penting. Pihaknya mengaku kesulitan menertibkan masyarakat yang kerap keluar rumah untuk keperluan sepele.
 
Sri Sultan menyebut pemerintah masih berupaya dialog dengan warga yang masih keluar meski tak berkeperluan penting. Meskipun ia mengakui ada warga yang bisa mendisiplinkan diri.
 
Pihaknya juga melihat perkembangan penyebaran covid-19 dari empat klaster yang ada. Empat klaster itu yakni indogrosir, jemaah ijtima ulama Gowa, jemaah tabligh, dan Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB).
 
"Kalau dilihat dari klaster-klaster itu kasus positifnya dominan, kita punya pertimbangan mungkin juga kita lakukan PSBB, biar kita menertibkan mereka yang tidak disiplin," jelas Sultan.
 
Sebelum penerapan PSBB, ia berharap kesadaran masyarakat bisa lebih masif. Ia menilai kesadaran publik dalam mencegah covid-19 menjadi jalan baik tanpa harus PSBB.
 
"Maka dari itu, keterlibatan pemerintah desa mendata pemudik agar masyarakat tak jadi obyek, tapi jadi subyek pembangunan. Keterlibatan berbagai elemen dalam penanganan penyebaran covid-19 harus kita lakukan bersama," ungkap Sultan.
 
Di luar itu, ia mengapresiasi langkah masyarakat saling membantu di tengah masifnya perkembangan wabah korona. Namun, ia kembali mengingatkan upaya pencegahan harus jadi pilihan utama.
 
"Namun saya berharap ada langkah mendisiplinkan diri, tidak keluar kalau tak dianggap penting," pungkas Sultan.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif