Ilustrasi. Truk membawa alat berat terperosok di Serua, Ciputat, Tangsel. Foto: ANT/	MUHAMMAD IQBAL
Ilustrasi. Truk membawa alat berat terperosok di Serua, Ciputat, Tangsel. Foto: ANT/ MUHAMMAD IQBAL

Pemkot Tangsel Dinilai Manut ke Pengembang

Nasional truk pemerintah kota
Farhan Dwitama • 24 Oktober 2019 14:19
Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan disebut tidak tegas terhadap pengembang dalam penerapan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012, tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di wilayah Tangsel. Pasalnya revisi perwal tersebut tidak memasukkan ruas jalan pengembang properti.
 
"Pemerintah lebih suka untuk mengikuti alur para pengembang, ketika ada kejadian kecelakaan lalu lintas di ruas yang tidak diatur, bisa saja pengembang berdalih karena jalan tersebut tidak diatur dalam perwal," kata Ketum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Tangerang Raya Athari Farhani, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Athari melanjutkan Pemkot Tangsel berdalih aset jalan pengembang belum diserahkan. Sehingga harus dilakukan serah terima lebih dulu agar bisa dikelola Pemkot.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini menjadi tumpang tindih. Akhirnya masyarakat yang dirugikan, dan Perwal terasa mandul," tegasnya.
 
Pemkot Tangsel melalui Dishub Tangsel mengusulkan pengurangan jam operasional truk, melalui revisi Perwal Nomor 3 tahun 2012. Selain itu, ada 10 ruas jalan milik Provinsi yang akan diperluas dalam perwal tersebut.
 
Namun dari 10 ruas itu, sejumlah ruas yang merupakan kawasan pengembangan properti dengan mobilitas truk yang tinggi tidak diusulkan dalam perwal.
 
"Maka saran kami, Pemkot dan swasta duduk bareng menyelesaikan ini. Jangan Perwal hasi revisi ini, menjadi tidak efektif dan memberi dampak positif di masyarakat,"terangnya.
 
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Purnama Wijaya mengaku akan melibatkan bagian aset Pemkot Tangsel dalam rapat pembahasan berikutnya.
 
"Kita kan tidak tahu apakah jalan itu sudah diserahterimakan atau belum ke Pemkot. Nanti bagian aset ini yang akan menyurati ke Pengembang, selanjutnya diharapkan bersama-sama kita mengatasi ini," kata Purnama.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif