Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pemkot Bandung Beri Sanksi Failitas Kesehatan Melanggar Batas Tarif Tes Usap

Nasional Virus Korona covid-19
Antara • 14 Oktober 2020 15:01
Bandung: Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, pihaknya akan menegur dan memberikan sanksi kepada fasilitas kesehatan yang melanggar aturan batas tarif layanan pemeriksaan spesimen usap untuk mendeteksi penularan covid-19.
 
"Dinas Kesehatan nanti akan menegur karena itu regulasinya sudah jelas batas akhir Rp900 ribu. Mungkin ada sanksinya dari dinas lah, harus ikut semua," kata Yana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Ia mengemukakan, hingga kini fasilitas kesehatan di Kota Bandung rata-rata sudah menjalankan peraturan mengenai batas tarif layanan tes covid-19. Bahkan, kata dia, ada yang mematok tarif di bawah batas Rp900 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Pemkab Jepara Buka Kembali Pariwisata Karimunjawa
 
"Saya lupa rumah sakit swasta mana (yang tarifnya di bawah Rp900 ribu), tapi kalau bisa di bawah itu kan kenapa tidak, mudah-mudahan itu bisa mempercepat tes masif kepada masyarakat ya," jelasnya.
 
Ia menjelaskan, fasilitas kesehatan penyedia layanan tes covid-19 akan menyampaikan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh warga secara mandiri ke Dinas Kesehatan Kota Bandung atau pun langsung ke pemerintah pusat.
 
"Biasanya yang saya tahu dari Bu Kadis itu kalau ada data, masuk ke nasional," ungkapnya.
 
Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menetapkan biaya layanan pemeriksaan tes PCR untuk mendeteksi penularan covid-19 maksimal Rp900 ribu di seluruh Indonesia.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif