ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Kemenkumham Sumbar Bantah Ada Kerusuhan di Rutan Padang

Antara • 17 Mei 2022 16:11
Padang: Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatra Barat (Sumbar) membantah adanya kerusuhan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Padang pada Sabtu malam, 14 Mei 2022. Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumbar R Andika Dwi Prasetya mengatakan pihaknya dan kepolisian berhasil mencegah keributan.
 
"Perlu kami luruskan bahwa tidak ada kerusuhan. Bahkan sebaliknya, petugas Rutan Padang dengan koordinasi pihak kepolisian berhasil mencegah keributan itu terjadi," kata Andika di Padang, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Ia mengatakan lewat koordinasi yang baik antara Rutan Padang dengan pihak kepolisian situasi bisa cepat diredam. Sehingga tidak terjadi kerusuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang ada sekitar 25 orang yang melontarkan kalimat kotor kepada petugas yang sifatnya provokatif, namun petugas bisa mencegah berkembangnya situasi provokatif menjadi kerusuhan," tegas dia.
 
Andika mengapresiasi tindakan cepat yang diambil petugas rutan dibantu oleh petugas gabungan dari Polresta Padang dan Polsek Koto Tangah malam itu. Bahkan orang nomor satu di Polresta Padang, Kombes Pol Imran Amir, turun langsung ke Rutan Padang pada Minggu, 15 Mei 2022. 
 
Baca: 1.252 Narapidana Buddha Dapat Remisi Waisak
 
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Padang beserta jajaran yang sudah berperan aktif dalam mendukung pengamanan sehingga tidak terjadi kerusuhan di Rutan Padang," tuturnya.
 
Ia mengatakan usai kejadian pihaknya memindahkan sebanyak 25 narapidana Rutan Padang. Ini dikarenakan narapidana tersebut terbukti melakukan tindak kriminal.
 
"Mereka dipindahkan ke berbagai lapas, yaitu Lapas Padang sebanyak dua orang, Bukittinggi tujuh orang, Pariaman tujuh orang, Lapas Khusus Narkotika Sawahlunto tujuh orang, sedangkan dua lainnya diproses pidana oleh Polresta Padang atas kepemilikan senjata tajam," ujarnya.
 
Andika mengatakan kejadian di Rutan Padang akan menjadi evaluasi secara umum agar tidak ada lagi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lapas atau rutan provinsi setempat.
 
Sebelumnya, keributan terjadi di Rutan Padang pada Sabtu malam dipicu oleh warga binaan N yang meminta izin keluar karena ada anggota keluarga yang meninggal. Hanya saja permintaan itu ditolak karena tidak sesuai aturan dan tidak dilengkapi dengan syarat administrasi.
 
Warga binaan N yang tidak diterima  menghasut puluhan warga binaan lain untuk membuat keributan di Rutan Padang. N bersama 25 warga binaan lain lantas meneriaki petugas dengan mengeluarkan kata-kata kotor.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif