Dian Puspita Putri masih duduk di kursi roda ditemani ibunda (Foto / Metro TV)
Dian Puspita Putri masih duduk di kursi roda ditemani ibunda (Foto / Metro TV)

Wanita Korban Tragedi Kanjuruhan Amnesia, Ingatannya 2 Tahun Terakhir Hilang

Clicks.id • 10 November 2022 10:58
Malang: Tragedi Kanjuruhan sudah berlalu 40 hari lamanya. Namun kisah duka dan kesedihan masih menyelimuti, khususnya para korban dan keluarganya. Salah satunya dialami Dian Puspita Putri, 22.
 
Selain dalam masa penyembuhan cedera patah tulang di kakinya, hingga kini gadis warga Plosan Timur, Kota Malang ini masih berjuang mengembalikan ingatannya yang hilang. Amnesia yang diderita putri setelah 10 hari mengalami koma. Putri diperbolehkan pulang setelah 23 hari dirawat, namun hingga kini ia masih di atas kursi roda.  
 
Sang ibu, Etik Karyati mengaku tidak pernah menduga pengalaman pertama putrinya menonton sepak bola di stadion justru berakhir pilu. Memori anak gadisnya selama dua tahun terakhir hilang sebagian.
 
Baca: Aremania Gelar Doa Bersama di Stadion Kanjuruhan Peringati 40 Hari Pascatragedi

Putri kerap merasa dirinya masih bersekolah. Padahal dia berstatus sebagai karyawan di sebuah pabrik di kawasan Karangploso, Kabupaten Malang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anaknya sekarang hilang ingatan sebagian, ingatnya masih masa sekolah," kata Etik di rumahnya, Kamis, 10 November 2022.
 
Putri juga tidak ingat Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan dirinya sempat koma selama 10 hari. Bahkan pertandingan sepak bola yang dia tonton pun dirinya juga tidak ingat. "Kejadian kemarin (Tragedi Kanjuruhan) dia juga lupa," ucap Etik.
 
Hingga kini, Putri masih kerap merasa nyeri pada bagian kakinya serta sesekali sakit kepala. Sementara matanya yang sempat memerah, kini sudah berangsur membaik. "Kakinya masih suka sakit, kalau pusing jarang," kata Putri.
 
Akibat kondisi tersebut, putri kini tak bisa lagi bekerja. Perusahaan tempat dia mencari nafkah memutus kontrak kerja meski berjanji akan menerima kembali putri jika sudah sembuh. Meski begitu, Etik tak lelah untuk terus membantu agar ingatan sang anak pulih.
 
Etik menyebutkan, selama di rumah sakit, tim dokter yang merawat memfokuskan diri pada penyembuhan fisik putri yang saat itu dalam kondisi koma. Sementara untuk amnesia,  Putri hingga kini belum tersentuh tim psikolog maupun psikiater, termasuk tahap trauma healing yang harusnya ia dapatkan.
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif