Restoran Legian yang terbakar. Medcom.id/ahmad mustaqim
Restoran Legian yang terbakar. Medcom.id/ahmad mustaqim

Kebakaran Restoran Legian saat Aksi di Yogyakarta Diselidiki

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Ahmad Mustaqim • 09 Oktober 2020 21:04
Yogyakarta: Polresta Yogyakarta mendalami kasus terbakarnya Restoran Legian di Malioboro, Yogyakarta, saat aksi ricuh menolak omnibus law pada Kamis, 8 Oktober 2020. Restoran itu berada di sebelah gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
 
"Kasus ini dalam skala nasional dan masih pendalaman," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Rico Sanjaya di Mapolresta Yogyakarta, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Rico menjelaskan, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui terduga pelaku yang membakar. Kepolisian akan mengecek rekaman kamera pengawas di sekitar kejadian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tim identifikasi bersama Polda DIY akan olah tempat kejadian perkara (TKP). Akan dibantu Tim Labfor (Polda Jawa Tengah) Semarang melakukan olah TKP," ujarnya.
 
Baca:Jokowi Persilakan Penolak UU Cipta Kerja AjukanJudicial Review
 
Ia menduga, kebakaran Restoran Legian karena terkena bom molotov saat kericuhan. Meskipun, ia belum memastikan siapa yang melempar.
 
"Kami akan dalami rekaman CCTV di lokasi kejadian," kata dia.
 
Pihaknya juga mendalami kasus perusakan fasilitas di DPRD DIY. Saat kericuhan, tindakan saling lempar batu dan berbagai berbagai benda tak terhindarkan. Pintu gerbang, pos satpam, hingga pintu di DPRD DIY rusak.
 
"Ada beberapa gelombang dalam demo kemarin. Pertama berlangsung lancar. Kedua terjadi (kericuhan) itu. Kasus (perusakan fasilitas di DPRD DIY) juga kita dalami," imbuhnya.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif