Pembuatan tahu di Kabupaten Jepara. (Foto: Medcom.id/Rhobi Sani)
Pembuatan tahu di Kabupaten Jepara. (Foto: Medcom.id/Rhobi Sani)

Perajin Tahu di Jepara Kurangi Produksi

Nasional kedelai harga kedelai Tempe
Rhobi Shani • 05 Januari 2021 12:40
Jepara: Harga kedelai sejak Desember 2020 mengalami kenaikan. Perajin tahu dan tempe pun terpaksa mengurangi jumlah produksi dan memperkecil ukuran produk guna menekan rugi.
 
Pengusaha tahu Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Suwarno, mengatakan kenaikan harga kedelai secara bertahap dimulai pada November 2020. Harga kedelai yang semula Rp7.200 per kilogram naik menjadi Rp8.300 per kilogram.
 
“Terakhir, Desember naik mejadi Rp9.200 per kilogram sampai sekarang,” ujarnya, Selasa, 5 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Warno, kenaikan harga kedelai berpengaruh signifikan terhadap nilai jual tahu dan tempe. Bahkan untuk menekan kerugian, ukuran tahu dan tempe dikurangi.
 
“Harga kedelai naiknya Rp2.000, tapi harga jual naiknya sedikit. Ini terpaksa mengurangi produksi, kalau biasanya sehari habis 1,5 kwintal, sekarang paling tinggal satu kwintal,” kata dia.
 
Baca juga: Ruang Rawat Pasien Covid-19 di Jatim Terisi 70%
 
Bila biasanya harga jual satu ember tahu Rp70 ribu, kini dijual Rp75 ribu. Permintaan tahu tempe di pasar pun mengalami penurunan.
 
“Naiknya harga kedelai ini karena apa ya, tidak tahu. Tapi stok kedelai ada, tidak langka,” ungkap Warno.
 
Pantauan Medcom.id di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Jepara, rata-rata harga tempe mengalami kenaikan Rp500 per potong. Sejumlah pembeli mengaku ukuran tahu dan tempe menjadi lebih kecil.
 
“Kalau langka tidak, tapi ukurannya jadi lebih kecil dari biasanya. Terus harganya naik Rp500,” ujar Rahma, pembeli di Pasar Tahunan.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif