NEWSTICKER
Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Dua Kecamatan di Sidoarjo Zona Merah Persebaran Korona

Nasional Virus Korona
Antara, Syaikhul Hadi • 25 Maret 2020 08:49
Sidoarjo: Sebanyak dua kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, masuk dalam zona merah peta sebaran virus korona (covid-19). Yakni Kecamatan Sidoarjo dan Kecamatan Candi.
 
"Di Kecamatan Sidoarjo ada dua orang yang positif korona dan Kecamatan Candi satu orang yang positif terinfeksi korona," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman di Sidoarjo, Selasa, 24 Maret 2020, melansir Antara .
 
Dia melanjutkan sebanyak dua kecamatan pun masyk zona kuning lantaran terdapat warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Yakni Kecamatan Waru dan Sedati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan zona hijau terdapat orang dalam pemantauan (ODP), yakni Kecamatan Wonoayu, Sukodono, Gedangan dan Buduran," katanya.
 
Dia memastikan, data hingga Selasa sore, 24 Maret 2020, jumlah pasien positif korona ada tiga orang. Kemudian PDP ada 12 orang dan 17 ODP. Jumlah korban meninggal akibat korona masih nihil.
 
"Dari jumlah orang PDP tersebut, tujuh orang di antaranya memiliki KTP di luar wilayah Sidoarjo," imbuhnya.
 
Baca:Pemda Diinstruksikan Sigap Menangani Korona
 
Dia menerangkan dua pasien positif korona dirawat di Rumah Sakit RKZ Surabaya. Sedangkan satu lainnya di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.
 
Dia menuturkan pasien positif di RS RKZ Surabaya merupakan pasien perempuan asal Sidoarjo. Sedangkan pasien positif yang dirawat di RSUD Sidoarjo merupakan ASN Dishub Jawa Timur.
 
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan anggaran Rp30 miliar untuk penanganan dan pencegahan virus korona. Anggaran tersebut untuk pembelian alat pelindung diri (ADP), tenaga medis, masker, hand sanitizer dan pengadaan tempat cuci tangan.
 
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo, A. Zaini, mengatakan anggaran diambil dari berbagai dinas di Sidoarjo. Salah satunya dana cukai.
 
"Anggaran Rp30 milyar saat ini sudah masuk dalam pembahasan, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera diputuskan dan bisa langsung digunakan," ungkap Zaini saat konferensi pers di Pendopo Sidoarjo, Senin, 23 Maret 2020.
 
Baca:Ridwan Kamil Ceritakan Kisah Pilu Anak Korban Covid-19
 
Pihaknya pun telah memesan alat rappid test covid-19 dan APD. Dia menyakini dalam waktu dekat alat yang dipesan segera didistribusikan ke Dinas Kesehatan Sidoarjo.
 
Masyarakat diminta menjaga kesehatan. Satgas Covid-19 Sidoarjo mengimbau warga yang mengalami keluhan batuk-batuk, dan sesak nafas segera memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan.
 
Sidoarjo memiliki lima rumah sakit rujukan penangan korona, yakni RSUD Sidoarjo, RS. Siti Hajar, RS. Mitra Keluarga Waru, RS. Khadijah Sepanjang - Taman dan RS. Anwar Medika Balongbendo.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif