Kendari: Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir menyusul banjir yang melanda beberapa bagian wilayahnya pada Kamis, 18 Juni 2020.
Merujuk Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 240 Tahun 2020, tanggap darurat bencana banjir diberlakukan 14 hari, yakni selama 14-30 Juni 2020.
Status tanggap darurat bencana banjir diberlakukan di enam wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Oheo, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Landawe, dan Kecamatan Wiwirano.
Hujan deras yang turun tiga hari tiga malam menyebabkan banjir di sebagian wilayah Konawe Utara.
Kepala Pelaksana BPBD Konawe Utara, Rahmatullah, mengatakan, banjir meliputi Kecamatan Langkikima, Wiwirano Landawe, dan beberapa desa di Kecamatan Oheo. Banjir menyebabkan jalur transportasi terputus di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe.
Baca juga: Pemkot Bekasi Puji Kepatuhan Mal Terapkan AKB
??????"Kami tadi sudah turun pantau bersama Bupati. Kami kasih turun politelin atau perahu karet bantuan dari BNPB untuk membantu warga menyeberang. Itu kami lakukan jemput antar masyarakat yang mau keluar dan masyarakat yang mau masuk," kata Rahmatullah, Jumat, 19 Juni 2020.
Banjir, ia melanjutkan, juga melanda Pondoa, Polora dan Landiwo. Di Polora banjir sudah mulai surut.
"Tapi yang di Desa Linomoyo Sambandete, tadi pagi kami ke sana, ke daerah Langkikima airnya belum meluap ke jalan yang di jembatan Linomoyo. Saat ini sudah meluap ke jalan dengan tinggi air hingga mencapai mata kaki," beber dia.
Kendati demikian, menurut Rahmatullah, jalur menuju ke Sulawesi Tengah masih dapat dilalui. "Kalau yang akses ke Sulawesi Tengah masih bisa dilalui. Akses ke Routa di Desa Pondoa, tidak bisa tembus. Ada kali di situ yang tidak bisa dilewati karena arusnya agak deras."
Baca juga: Kabupaten Konawe Utara Kembali Dilanda Banjir
Ia menambahkan, banjir belum sampai menggenangi rumah warga. Namun beberapa rumah di Desa Landiwo dan Landawe, air mulai memasuki lantai padahal struktur bangunan cenderung tinggi.
Menurut Rahmatullah, daerah yang terdampak banjir saat ini juga mengalami banjir tahun lalu karena hujan membuat air sungai meluap.
"Sesuai informasi warga, yang meluap Sungai Langkikima dengan Sungai Landawe. Yang kami khawatirkan, pengalaman 2019 kalau Sungai Lasolo sudah naik. Makanya kami tidak berhenti untuk memantau terus perkembangannya," jelas dia.
Kendari: Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir menyusul banjir yang melanda beberapa bagian wilayahnya pada Kamis, 18 Juni 2020.
Merujuk Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 240 Tahun 2020, tanggap darurat bencana banjir diberlakukan 14 hari, yakni selama 14-30 Juni 2020.
Status tanggap darurat bencana banjir diberlakukan di enam wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Oheo, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Landawe, dan Kecamatan Wiwirano.
Hujan deras yang turun tiga hari tiga malam menyebabkan banjir di sebagian wilayah Konawe Utara.
Kepala Pelaksana BPBD Konawe Utara, Rahmatullah, mengatakan, banjir meliputi Kecamatan Langkikima, Wiwirano Landawe, dan beberapa desa di Kecamatan Oheo. Banjir menyebabkan jalur transportasi terputus di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe.
Baca juga:
Pemkot Bekasi Puji Kepatuhan Mal Terapkan AKB
??????"Kami tadi sudah turun pantau bersama Bupati. Kami kasih turun politelin atau perahu karet bantuan dari BNPB untuk membantu warga menyeberang. Itu kami lakukan jemput antar masyarakat yang mau keluar dan masyarakat yang mau masuk," kata Rahmatullah, Jumat, 19 Juni 2020.
Banjir, ia melanjutkan, juga melanda Pondoa, Polora dan Landiwo. Di Polora banjir sudah mulai surut.
"Tapi yang di Desa Linomoyo Sambandete, tadi pagi kami ke sana, ke daerah Langkikima airnya belum meluap ke jalan yang di jembatan Linomoyo. Saat ini sudah meluap ke jalan dengan tinggi air hingga mencapai mata kaki," beber dia.
Kendati demikian, menurut Rahmatullah, jalur menuju ke Sulawesi Tengah masih dapat dilalui. "Kalau yang akses ke Sulawesi Tengah masih bisa dilalui. Akses ke Routa di Desa Pondoa, tidak bisa tembus. Ada kali di situ yang tidak bisa dilewati karena arusnya agak deras."
Baca juga:
Kabupaten Konawe Utara Kembali Dilanda Banjir
Ia menambahkan, banjir belum sampai menggenangi rumah warga. Namun beberapa rumah di Desa Landiwo dan Landawe, air mulai memasuki lantai padahal struktur bangunan cenderung tinggi.
Menurut Rahmatullah, daerah yang terdampak banjir saat ini juga mengalami banjir tahun lalu karena hujan membuat air sungai meluap.
"Sesuai informasi warga, yang meluap Sungai Langkikima dengan Sungai Landawe. Yang kami khawatirkan, pengalaman 2019 kalau Sungai Lasolo sudah naik. Makanya kami tidak berhenti untuk memantau terus perkembangannya," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)