Soal Parkir Disegel, RSUD Tangsel Akui hanya Jalankan Perintah

Farhan Dwitama 30 Juni 2018 19:40 WIB
perparkiran
Soal Parkir Disegel, RSUD Tangsel Akui hanya Jalankan Perintah
Satpol PP Tangerang Selatan menyegel sistem tiket parkir di RSUD Tangsel, Rabu, 11 April 2018, Medcom.id - Farhan
Tangerang: RSUD Tangerang Selatan, Banten, membenarkan PT Jembar Bangkit Perkasa bukan perusahaan jasa perparkiran. Setelah melakukan pengecekan, Direktur Utama RSUD Tangsel Suhara Manullang mengatakan perusahaan itu bergerak di bidang jasa cleaning service dan management consultant.

"Saat kami teliti benar JBP tidak bergerak di bisnis parkir. Saya kira sudah ada secara legalitasnya, karena saya pengganti Direksi terdahulu, yang sebelumnya melakukan kerjasama tersebut,” kata Dirut RSUD Tangsel, Suhara Manullang, Jumat 29 Juni 2018.

Suhara mengaku hanya menjalankan perintah dari Surat Keputusan yang diterbitkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel. Setelah itu, ia berkonsultasi dengan badan aset yang saat itu masih dalam wewenang Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).


"Konsultasi terkait pemanfaatan lahan parkir di RSUD. Jadi saya tak tahu menahu masalah dokumen itu. Karena kami hanya menerima dari proses seleksi yang dilakukan Sekda," ujar Suhala saat ditemui di Tangsel.

Suhala menekankan ia tak terlibat dalam proses seleksi. RSUD pun, lanjutnya, tak menerima sepeserpun dari pengelolaan parkir di lembaga pelayanan kesehatan milik pemerintah itu.

Baca: Parkiran RSUD Disegel karena tak Bayar Pajak

"Pajak parkir seluruhnya menjadi hak Bapenda,” kata Suhara. 

Permasalahan parkir di RSUD Tangsel itu bermula saat Satpol PP kota Tangsel menyegel pengelola jasa parkir di gedung tersebut. Alasannya, perusahaan parkir tak melakukan kewajiban bayar pajak selama 3 tahun. 

Penyegelan didasarkan pada RSUD yang berkali-kali menerima surat tagihan pajak parkir. Surat itu dikirim oleh Badan Pandapatan Daerah kota Tangsel kepada RSUD. Kemudian RSUD meneruskan tagihan itu ke Bapenda, Dishub, dan PPNS.

*Kerja sama parkir di RSUD, ungkap Suhala, berakhir pada Mei 2017. Kerja sama terjalin antara PT JBK dengan RSUD Tangsel mulai tahun 2015

Sebelum kontrak kerja sama berakhir, perusahaan rekanan sudah tak membayar pajak. Sehingga RSUD mendapat surat tagihan sebanyak tiga kali.

“Akhirnya RSUD berkonsultasi dengan Sekda dan Dinas terkait, dan dilakukan penyegelan pada hari kemarin oleh Sat Pol PP selaku penegak perda,” ucapnya.

Baca: RSUD Tangsel Dituding Mencatut Nama PT Jembar

Sementara itu, PT Jembar membantah memiliki kerja sama dengan RSUD Tangsel. Terlebih, PT Jembar tak bergerak di bidang perparkiran. Lantaran itu, PT Jembar meminta RSUD mengklarifikasi soal kerja sama tersebut.

"Jadi perusahaan kami dicatut. Kami tidak punya bisnis di parkir. Izinnya juga tidak ada. Dari awal kami berbisnis hanya di bidang jasa cleaning service dan management consultant. Jadi saya merasa tersudut dengan berita ini," ujar Yossy kepada Medcom.id pada Selasa, 28 Juni 2018.






(RRN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id