Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan keterangan pers di kediamannya, Senin, 12 Oktober 2020 malam. (humas Pemkot).
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan keterangan pers di kediamannya, Senin, 12 Oktober 2020 malam. (humas Pemkot).

Risma Ajak Warga Surabaya Tetap Kondusif

Nasional tri rismaharini Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja UU Ciptaker dan pemerintahan daerah
Syaikhul Hadi • 13 Oktober 2020 07:39
Surabaya: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengajak warga turut menjaga kondusifitas Kota Pahlawan. Tujuannya agar ekonomi di Surabaya tetap berjalan.
 
Apalagi, fasilitas publik yang dibangun di Kota Surabaya berasal dari pajak yang dibayarkan warga. Ajakan Risma, lantaran, adanya aksi penolakan pengesahan UU Omnibus Law yang berujung perusakan fasilitas di Surabaya.
 
"Kami, Pemkot Surabaya bekerja keras bagaimana membangun kota ini agar bisa dinikmati. Bahkan, juga menjadi tujuan investasi, sehingga perekonomian bisa berjalan yang akhirnya dapat membuka untuk kesempatan kerja," ujar Risma, Senin malam, 12 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, kata Risma, perekonomian bakal sulit berjalan jika stagnan. Sedangkan banyak warga membutuhkan pekerjaan. Karena itu, ia mengajak seluruh wargauntuk menjaga bersama-sama menjaga Kota Surabaya tetap kondusif.
 
"Kita juga bisa bekerja secara normal. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19. Sayang biaya, yang cukup besar dikeluarkan untuk menangani pandemi sia-sia karena kita tidak menjaga kedisiplinan protokol kesehatan," pesannya.
 
Baca:Demo di Istana, Berikut Rekayasa Lalu Lintas
 
Dia kembali mendorong agar ‘Kampung Wani Jogo Suroboyo’ turut serta menjaga kondusifitas lingkungan masing-masing. Sehingga, peristiwa perusakan fasilitas umum saat aksi tidak sampai terulang kembali.
 
"Saya berharap kita bisa bekerja dan berusaha dengan normal kembali. Mari kita berjuang agar kota kita tetap kondusif, tetap terjaga dengan baik," harapnya.
 
Dia juga meminta kepada orang tua agar mengontrol putra-putrinya. Sebab, pihaknya tidak ingin hal negatif terjadi kepada anak-anak Surabaya.
 
"Sayang sekali kalau terjadi sesuatu kepada anak-anak kita. Saya berharap kita tidak terpancing dengan isu-isu yang negatif, isu-isu yang membuat perpecahan di antara kita," terangnya.
 
Bagi Risma, anak-anak adalah masa depan bangsa dan negara. Karenanya, ia tak ingin ada anak-anak yang terlibat dalam kegiatan negatif.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif