Ilustrasi Istana Merdeka. MI/Siska Nindya
Ilustrasi Istana Merdeka. MI/Siska Nindya

Demo di Istana, Berikut Rekayasa Lalu Lintas

Nasional lalu lintas Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Sri Yanti Nainggolan • 13 Oktober 2020 07:03
Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas imbas demonstrasi yang akan digelar Selasa siang, 13 Oktober 2020 di depan Istana Merdeka. Sejumlah ruas jalan di sekitar Monas ditutup sejak Senin malam, 12 Oktober 2020.
 
"Sejak semalam kami telah menutup sejumlah ruas jalan yaitu Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Museum, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Majapahit, Jalan Veteran," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangan resmi, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Pihaknya juga bakal menutup Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Budi Kemuliaan. Penutupan situasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Merdeka:
 
1. Lalu lintas dari arah utara atau Kota dialihkan di Simpang Harmoni menuju Jalan Juanda, kemudian ke Jalan Pos, belok ke Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.
 
2. Lalu lintas dari arah selatan atau Blok M dialihkan melalui Jalan Kebon Sirih ke Jalan Fakhrudin, lalu ke Jalan Cideng Barat, kemudian ke Jalan Budi Kemuliaan, belok ke Jalan Abdul Muis.
 
3. Lalu lintas dari arah barat atau Slipi dialihkan melalui Jalan Kebon Sirih ke Jalan Tugu Tani. Lalu ke Kwitang atau Jalan Budi Kemuliaan, belok ke Jalan Medan Merdeka Selatan, kemudian Jalan Medan Merdeka Timur, dan seterusnya.
 
4. Lalu lintas arah timur atau Pulogadung dialihkan melalui Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan Budi Kemuliaan, lalu ke Jalan Abdul Muis.
 
Parkir IRTI Monas juga telah ditutup untuk umum sejak 12 Oktober 2020 pukul 22.00 WIB. Penutupan hingga 14 Oktober 2020 pukul 01.00 WIB.
 
"Bagi pengguna fasilitas parkir IRTI Monas agar menggunakan fasilitas parkir lainnya," ucap Syafrin.
 
Sejumlah organisasi masyarakat, seperti Persaudaraan Alumni (PA 212), Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama berencana menggelar aksi unjuk rasa, Selasa siang, 13 Oktober 2020. Aksi terkait menolak Undang-Undang Cipta Kerja.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif