Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (kiri depan) saat pencanangan program Gunungkidul Terpadu Cegah Stunting Sejak Dini (Gardu Centini). Foto: istimewa.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (kiri depan) saat pencanangan program Gunungkidul Terpadu Cegah Stunting Sejak Dini (Gardu Centini). Foto: istimewa.

Angka Prevalensi Stunting di Gunungkidul Capai 15,75%

Ahmad Mustaqim • 06 Juli 2022 13:16
Gunungkidul: Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat angka prevalensi atau proporsi dari polulasi penduduk yang mengalami stunting mencapai 15,75 persen. Angka ini dinilai cukup tinggi dan dibutuhkan penanganan serta pencegahan.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati, menjelaskan jajarannya telah membuat program bernama Gunungkidul Terpadu Cegah Stunting Sejak Dini (Gardu Centini) sebagai respons penanganan stunting akibat kekurangan gizi tersebut. Ia mengatakan Gardu Centini menjadi kesepakatan di antaranya lintas sektor untuk menangani sekaligus mencegeh.
 
"Gardu Centini ini menjadi implementasi kebijakan percepatan penanganan stunting di Gunungkidul. Selain itu, menggerakkan perangkat daerah, mulai dari pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk mendukung dan mempercepat penurunan stunting," kata Dewi di Gunungkidul, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Baca: Koordinasi Kementerian dan Pemda Kunci Penuntasan Stunting

Ia mengatakan lintas sektor tersebut memiliki tugas untuk mengajak serta membudayakan masyarakat hidup bersih dan sehat. Selain itu, masyarakat diajak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, khususnya ibu hamil maupun menyusui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menggalakkan seluruh masyarakat hidup bersih dan sehat serta melaksanakan intervensi positif dan intervensi sensitif," ungkapnya.
 
Dwi menyatakan ada beberapa poin penting dalam penanganan stunting, yakni implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting dan menggerakan perangkat daerah. Lalu, menggerakan masyarakat perilaku hidup bersih dan sehat.
 
"Melaksanakan intervensi sensitif dengan menyediakan akses air bersih, sanitasi layak, memenuhi asupan gizi seimbang dalam keluarga, dan pendampingan keluarga berisiko stunting," ungkap dia.
 
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyatakan masalah stunting turut melengkapi masalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya yang masih tertinggal dari daerah lain. Ia menilai perlu berbagai upaya dan intervensi pemerintah daerah bersama banyak stakeholder untuk menangani masalah tersebut.
 
"Apalagi jika melihat ke depan tahun 2045 mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia, banyak hal yang harus dipersiapkan secara serius," kata dia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif