Sejumlah penumpang duduk di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Sejumlah penumpang duduk di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Pemkot Tangsel Tak Setuju Penyetopan Operasional KRL

Farhan Dwitama • 20 April 2020 12:13
Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan, tidak sependapat terkait rencana penghentian operasional Kereta Rel Listrik (KRL). Sedikitnya, lima stasiun pada rute Tanahabang-Rangkas Bitung, melintasi wilayah Kota Tangsel. 
 
"Di Peraturan Wali Kota Nomor 13 tahun 2020 disebutkan semua pergerakan orang dan barang dihentikan sementara, kecuali kereta api dan pesawat udara," jelas Wakil Wali Kota Tangsel,  Benyamin Davnie, Senin, 20 April 2020.
 
Pemkot Tangsel beralasan, KRL sangat penting dan dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok di Tangsel. Karena bahan pangan yang masuk di Pasar Serpong, berasal dari daerah Maja, Rangkas Bitung.

"Jadi nanti kita akan terpengaruh. Bukan penyetopan, karena berpengaruh kepada ekonomi nanti," jelas dia.
 
Baca: Sanksi Administratif Diklaim Bikin Jera Pelanggar PSBB Tangsel
 
Meskipun tetap beroperasi, pihaknya memastikan sejumlah stasiun yang ada di Tangsel, menjalankan protap kesehatan dalam upaya pencegahan covid-19. Yakni menjaga jarak, memakai masker, dan pengecekan suhu tubuh.
 
"Jadi bukan kereta api kita setop, karena dia mengangkut sembako. Kita enggak sampai ke situ, tapi manajemen kereta apinya memahami atau menerapkan protokol kesehatan," terang Benyamin.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diaksesdi sini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>