Bangka: Sejumlah pedagang dan pengunjung Pasar Kite Sungailiat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung, abai pada protokol kesehatan covid-19. Padahal di pintu masuk pasar tertulis kewajiban memakai masker bagi masyarakat yang beraktivitas di tempat tersebut.
Lukman, salah satu pengunjung pasar, mengaku lupa mengenakan masker. "Saya lupa karena tadi terburu-buru," kilahnya.
Sama seperti Lukman, Yanti, pedagang pasar, hanya meletakkan masker di dagu dengan alasan sulit bernapas jika terus menerus mengenakan penutup hidung dan mulut tersebut.
"Ke mana-mana selalu saya pakai, tapi memang tidak dipakai untuk menutup mulut dan hidung. Saya susah bernapas kalau terlalu lama menggunakannya," ungkap dia.
Selain tak mengenakan masker, masyarakat di pasar juga tak mencuci tangan kendati di depan pinti masuk telah disediakan fasilitas wastafel.
Baca juga: Konawe Utara Tanggap Darurat Banjir
Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, membenarkan tingkat kesadaran masyarakat akan disiplin menjalankan protokol kesehatan covid-19 masih rendah. Apalagi banyak warga di pasar tidak memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan.
"Ini akan terus kita sosialisasikan, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," kata Erzaldi.
Ia mengaku kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan masker bukan hanya di pasar saja. Namun di sejumlah obyek wisata.
"Kita harapkan masyarakat mengerti. Jangan anggap sepele dan abaikan protokol kesehatan. Ini demi kebaikan kita semua," ujarnya.
Erzaldi menambahkan, selain wajib masker dan cuci tangan, pihaknya juga akan mulai menerapkan sistem ganil genap bagi pedagang pasar. Petugas-petugas akan diterjunkan ke pasar, pantai dan tempat kerumunan lainnya.
"Mereka yang melanggar akan diberi sanksi memberishkan jalan, selokan, dan push up," tegas dia. (Rendy Ferdiansyah)
Bangka: Sejumlah pedagang dan pengunjung Pasar Kite Sungailiat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung, abai pada protokol kesehatan covid-19. Padahal di pintu masuk pasar tertulis kewajiban memakai masker bagi masyarakat yang beraktivitas di tempat tersebut.
Lukman, salah satu pengunjung pasar, mengaku lupa mengenakan masker. "Saya lupa karena tadi terburu-buru," kilahnya.
Sama seperti Lukman, Yanti, pedagang pasar, hanya meletakkan masker di dagu dengan alasan sulit bernapas jika terus menerus mengenakan penutup hidung dan mulut tersebut.
"Ke mana-mana selalu saya pakai, tapi memang tidak dipakai untuk menutup mulut dan hidung. Saya susah bernapas kalau terlalu lama menggunakannya," ungkap dia.
Selain tak mengenakan masker, masyarakat di pasar juga tak mencuci tangan kendati di depan pinti masuk telah disediakan fasilitas wastafel.
Baca juga:
Konawe Utara Tanggap Darurat Banjir
Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, membenarkan tingkat kesadaran masyarakat akan disiplin menjalankan protokol kesehatan covid-19 masih rendah. Apalagi banyak warga di pasar tidak memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan.
"Ini akan terus kita sosialisasikan, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," kata Erzaldi.
Ia mengaku kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan masker bukan hanya di pasar saja. Namun di sejumlah obyek wisata.
"Kita harapkan masyarakat mengerti. Jangan anggap sepele dan abaikan protokol kesehatan. Ini demi kebaikan kita semua," ujarnya.
Erzaldi menambahkan, selain wajib masker dan cuci tangan, pihaknya juga akan mulai menerapkan sistem ganil genap bagi pedagang pasar. Petugas-petugas akan diterjunkan ke pasar, pantai dan tempat kerumunan lainnya.
"Mereka yang melanggar akan diberi sanksi memberishkan jalan, selokan, dan push up," tegas dia. (
Rendy Ferdiansyah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)