Ilustrasi--Petugas melakukan tes cepat covid-19 terhadap pelanggar PSBB di Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi--Petugas melakukan tes cepat covid-19 terhadap pelanggar PSBB di Sidoarjo. (Foto: Istimewa)

Pelanggar PSBB Surabaya Raya Siap-siap KTP Ditahan

Nasional Virus Korona PSBB
Amaluddin • 12 Mei 2020 12:09
Surabaya: Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di Surabaya Raya, Jawa Timur, mulai diberlakukan hari ini, Selasa, 12 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan. Masyarakat yang melanggar aturan PSBB siap-siap menghadapi sanksi tegas kali ini.
 
"Salah satunya, petugas akan menahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelanggar selama PSBB tahap dua ini," kata Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Heru Tjahjono, di Surabaya.
 
Heru menjelaskan sanksi penahanan KTP telah diatur dalam surat edaran (SE) gubernur Jawa Timur, wali kota, dan bupati tentang PSBB tahap kedua. Sanksi tegas diharapkan bisa warga lebih taat aturan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sanksi mulai berlaku hari ini. Petugas di lapangan akan gelar operasi 24 jam dan lebih ketat," tegas dia.
 
Tak cuma menahan KTP, penundaan perpanjangan Surat Izin Pengemudi (SIM) dan permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga berlaku untuk pelanggar PSBB. Penangguhan dokumen dilakukan selama enam bulan sejak pelanggaran.
 
Baca juga:Pemkot Bogor Ajukan PSBB Tahap 3
 
"Jadi bagi masyarakat yang melanggar aturan PSBB, tidak akan dilayani saat perpanjangan SIM dan SKCK selama enam bulan," ujarnya.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menambahkan, penyitaan KTP serta sanksi penangguhan perpanjangan SIM dan SKCK, bagian dari peningkatan penindakan sanksi bagi pelanggar selama PSBB tahap dua.
 
"Pada PSBB tahap kedua nanti, Satpol PP akan menyita KTP. Pelanggar nantinya akan diberi surat keterangan bahwa KTP bersangkutan sedang disita," kata Truno.
 
Sanksi penyitaan KTP itu, kata dia, akan lebih mengikat. Karena KTP sebagai identitas penduduk, syarat wajib pengurusan administrasi seperti SIM, SKCK, perbankan, BPJS, juga urusan administrasi lainnya.
 
"Kami imbau masyarakat jangan sekali-kali melanggar PSBB. Mudah-mudahan tindakan tegas ini bisa membuat masyarakat jera, supaya pandemi covid-19 cepat berakhir," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif