Ditkreskrimum Polda Banten mengungkap sindikasi pelaku penadahan dan kanibalisasi motor tujuan ekspor ke negara Iran.
Ditkreskrimum Polda Banten mengungkap sindikasi pelaku penadahan dan kanibalisasi motor tujuan ekspor ke negara Iran.

Polda Banten Ungkap Sindikat Penadah Motor Curian

Hendrik Simorangkir • 21 Juli 2022 16:31
Tangerang: Ditkreskrimum Polda Banten mengungkap sindikasi pelaku penadahan dan kanibalisasi motor tujuan ekspor ke negara Iran. Sebanyak dua pelaku penadah berinisial AH, 38, dan MK, 62, tersebut merupakan warga negara asing (WNA) asal Iran.
 
Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga mengatakan pengungkapan sindikasi ini berawal dari kecurigaan petugas pada transaksi dua unit motor yang terjadi pada Rabu, 13 Juli 2022, dan Kamis, 14 Juli 2022 di Pandeglang dan Kota Serang. 
 
"Kedua motor itu berupa Honda PCX 160 CBS yang menggunakan nomor polisi palsu A-3133-JX pada Rabu di wilayah Karang Tanjung, Pandeglang, dan Honda PCX 160 CBS merah tanpa plat nomor pada Kamis di Benggala, Kota Serang oleh tersangka MFR, 19," ujar Shinto, Kamis, 21 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Shinto menuturkan berdasarkan fakta-fakta hukum yang telah diperoleh penyidik dari pemeriksaan pelaku, diketahui MFR mendapatkan dua unit motor tersebut dari AD dengan nilai transaksi Rp20 juta per unit. 
 
"MFR bahkan telah bertransaksi sebanyak 10 unit motor sebelumnya di mana dana untuk tiap transaksi berasal dari tersangka AH, 38, WN Iran yang sehari-hari tinggal di Ciracas, Jakarta Timur," ucap dia.
 
Menurut Shinto, rata-rata MFR menerima dana Rp21 juta dari AH. Dari tiap transaksi tersebut, MFR mendapat keuntungan Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta. 
 
"Tapi itu tergantung negosiasi MFR dengan sumber motor yang ditransaksikan," ucap dia.
 
Shinto menjelaskan setiap motor hasil transaksi dibawa MFR menuju ke tempat AH di Pasar Rebo, Jakarta. Oleh AH, lanjutnya, motor tersebut kembali dibawa ke suatu gudang PT GSH yang terletak di Ciracas, Jakarta Timur.
 
"Gudang tersebut milik MK, WNA asal Iran. AH juga mendapat keuntungan yang sama dengan MF, Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta dari setiap transaksi. Uang transaksi itu diterima secara transfer melalui rekening dari MK," ungkap Shinto.
 
Shinto menambahkan berdasarkan penyidikan terhadap AH, pihaknya menemukan beberapa fakta hukum terkait status MK. MK sebagai Direktur pada PT GSH, perusahaan berstatus penanaman modal asing yang memiliki kantor di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.
 
"Ternyata perusahaan itu bergerak pada bidang usaha perdagangan besar motor baru, motor bekas dan suku cadangnya," ungkapnya.
 
Shinto mengatakan berdasarkan data pengiriman dana dari MK kepada AH diketahui nilai transfer lebih dari Rp100 juta untuk 10 unit motor. Unit motor itu pun dikanibalisasi komponennya oleh MK di gudang, untuk kemudian dimasukkan ke dalam kardus sehingga terkesan seperti motor. 
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif