Jombang: Banjir yang melanda Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam dua hari ini murni disebabkan sedimentasi akibat letusan Gunung Kelud dan banyaknya sumbatan sampah.
"Adanya infrastruktur tanggul dan cek dam yang harus direvitalisasi serta sedimentasi sungai akibat material erupsi Gunung Kelud beberapa tahun lalu," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Senin, 8 Februari 2021.
Selain itu, menurutnya, banyaknya sampah yang menyumbat dan infrastruktur yang sudah mulai rusak, sehingga mengakibatkan tanggul jebol
Baca juga: Ombudsman Sebut Data Vaksinasi di Bali Tak Akurat
Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan terjadi di Jombang, aliran Kali Konto juga membawa material dan menyebabkan Tanggul Kontogude atau Rolag 70 di Desa Bugasur Kedaleman Kecamatan Gudo, jebol.
:Ada kebutuhan revitalisasi check dam agar air bisa mengalir sempurna. Kemudian sedimentasi akibat erupsi juga beberapa harus dinormalisasi," kata Khofifah.
Sedangkan untuk jangka panjangnya, Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim akan melakukan koordinasi dengan kementerian PUPR untuk memfokuskan pada revitalisasi tanggul dan cek dam serta normalisasi sungai. (Faishol Taselan)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan