Musim Kemarau di Kaltim Dimulai Pertengahan Juni
Antara • 30 Maret 2023 16:51
Kaltim: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda memprakirakan kemarau di Kalimatan Timur (Kaltim) dimulai pertengahan Juni, sehingga semua pihak diminta waspada terhadap dampaknya.
"Dampak kemarau antara lain ancaman kebakaran hutan maupun lahan, kebun, sawah, dan lainnya kekurangan air, sehingga melalui peringatan dini ini, maka pihak terkait bisa menyiapkan langkah untuk meminimalisir dampaknya," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor di Samarinda, Kamis, 30 Maret 2021.
Secara umum, Provinsi Kaltim memiliki tiga tipe zona musim, yakni monsunal, ekuatorial, dan zona musim lokal, sehingga hal ini menyebabkan awal hingga akhir musim kemarau yang tidak seragam.
Di Kabupaten Kutai Timur, musim kemarau diprakirakan mulai pertengahan Juni hingga awal Juli dan sebagian kecil pada awal Agustus. Kemudian, kemarau di Kabupaten Kutai Kartanegara dimulai pertengahan Juni hingga awal Juli dan sebagian kecil pada awal Agustus.
Di Kabupaten Berau, musim kemarau dimulai akhir Juni hingga awal Juli dan sebagian kecil pada awal Agustus, Kota Bontang awal Juli, Kota Samarinda awal Juli, Kota Balikpapan skhir Juni hingga awal Juli, Kabupaten Penajam Paser Utara akhir Juni hingga awal Juli.
Kabupaten Paser dimulai akhir Juni hingga awal Juli, Kabupaten Kutai Barat akhir Juni hingga pertengahan Juli, sedangkan khusus untuk Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan tidak mengalami kemarau karena daerah tersebut masuk dalam kawasan hujan sepanjang tahun.
Riza mengatakan sepanjang musim kemarau diprakirakan masih ada sejumlah kawasan yang mengalami hujan dengan sifat hujan berbeda-beda, seperti di Berau dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
"Di Kutai Timur dengan sifat bawah normal hingga normal, Kutai Kartanegara bawah normal hingga normal, Bontang bersifat normal, Samarinda bawah normal hingga normal, Balikpapan bawah normal hingga normal," ujar Riza.
Untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dengan sifat hujan saat kemarau di bawah normal hingga normal, Paser bawah normal hingga normal, Kutai Barat bawah normal hingga normal, dan Mahakam Ulu dengan sifat hujan normal.
Prakiraan puncak musim kemarau di sejumlah daerah di Kaltim pun berbeda, namun secara umum puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Kaltim: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda memprakirakan kemarau di Kalimatan Timur (Kaltim) dimulai pertengahan Juni, sehingga semua pihak diminta waspada terhadap dampaknya.
"Dampak kemarau antara lain ancaman kebakaran hutan maupun lahan, kebun, sawah, dan lainnya kekurangan air, sehingga melalui peringatan dini ini, maka pihak terkait bisa menyiapkan langkah untuk meminimalisir dampaknya," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor di Samarinda, Kamis, 30 Maret 2021.
Secara umum, Provinsi Kaltim memiliki tiga tipe zona musim, yakni monsunal, ekuatorial, dan zona musim lokal, sehingga hal ini menyebabkan awal hingga akhir musim kemarau yang tidak seragam.
Di Kabupaten Kutai Timur, musim kemarau diprakirakan mulai pertengahan Juni hingga awal Juli dan sebagian kecil pada awal Agustus. Kemudian, kemarau di Kabupaten Kutai Kartanegara dimulai pertengahan Juni hingga awal Juli dan sebagian kecil pada awal Agustus.
Di Kabupaten Berau, musim kemarau dimulai akhir Juni hingga awal Juli dan sebagian kecil pada awal Agustus, Kota Bontang awal Juli, Kota Samarinda awal Juli, Kota Balikpapan skhir Juni hingga awal Juli, Kabupaten Penajam Paser Utara akhir Juni hingga awal Juli.
Kabupaten Paser dimulai akhir Juni hingga awal Juli, Kabupaten Kutai Barat akhir Juni hingga pertengahan Juli, sedangkan khusus untuk Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan tidak mengalami kemarau karena daerah tersebut masuk dalam kawasan hujan sepanjang tahun.
Riza mengatakan sepanjang musim kemarau diprakirakan masih ada sejumlah kawasan yang mengalami hujan dengan sifat hujan berbeda-beda, seperti di Berau dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
"Di Kutai Timur dengan sifat bawah normal hingga normal, Kutai Kartanegara bawah normal hingga normal, Bontang bersifat normal, Samarinda bawah normal hingga normal, Balikpapan bawah normal hingga normal," ujar Riza.
Untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dengan sifat hujan saat kemarau di bawah normal hingga normal, Paser bawah normal hingga normal, Kutai Barat bawah normal hingga normal, dan Mahakam Ulu dengan sifat hujan normal.
Prakiraan puncak musim kemarau di sejumlah daerah di Kaltim pun berbeda, namun secara umum puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)