Antisipasi Kekurangan Pangan Selama Musim Kemarau, Warga NTT Diminta Tanam Palawija
Antara • 30 Maret 2023 15:27
NTT: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) minta para petani di daerah setempat memperbanyak menanam tanaman palawija sebagai antisipasi terjadinya kekurangan pangan. Kondisi ini sebagai dampak musim kemarau di NTT yang diprediksikan berlangsung pada April 2023
"Musim kemarau berdampak sangat luas seperti terjadinya kekurangan air, sehingga para petani perlu memperbanyak menanam tanaman palawija yang tidak membutuhkan air banyak sehingga kebutuhan pangan tetap terpenuhi," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Lecky Frederich Koli di Kupang, Kamis, 30 Maret 2023.
Lecky mengatakan sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di NTT berlangsung lebih cepat, yaitu April 2023. Pemerintah NTT telah melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi terjadi kekurangan pangan akibat gagal panen yang dialami para petani sebagai dampak dari terjadinya kemarau.
Menurut dia, pada musim tanam kedua, April- September dimanfaatkan untuk mengisi produksi dengan menanam tanaman yang memiliki adaptasi terhadap kekeringan karena pada musim kemarau ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian sangat terbatas.
"Kami berharap para petani di NTT untuk memperbanyak menanam tanaman palawija saat musim tanam kedua ini, karena pada musim kemarau yang berlangsung lebih awal persediaan air untuk kebutuhan pertanian tentu sangat terbatas, sehingga petani perlu menanam tanaman yang tidak membutuhkan air banyak agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi," kata Lecky.
Beberapa tanaman palawija yang sangat potensi untuk dikembangkan para petani selama musim kemarau, yakni tanaman jagung, shorgum, kelor, dan kacang-kacangan terutama kacang hijau.
"Komoditas ini sangat tahan terhadap kekeringan. Tanaman palawija ini memiliki adaptasi yang sangat kuat terhadap kekeringan," tegas Lecky
Menurut dia, tanaman holtikultura seperti kacang-kacangan, jagung dan shorgum sangat membantu para petani di NTT karena membutuhkan air yang sedikit namun mampu menyediakan kebutuhan pangan sekaligus menambah pendapatan ekonomi bagi para petani, sehingga pada musim kemarau ini beberapa jenis tanaman itu mampu memenuhi kebutuhan pangan para petani.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
NTT: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) minta para petani di daerah setempat memperbanyak menanam tanaman palawija sebagai antisipasi terjadinya kekurangan pangan. Kondisi ini sebagai dampak musim kemarau di NTT yang diprediksikan berlangsung pada April 2023
"Musim kemarau berdampak sangat luas seperti terjadinya kekurangan air, sehingga para petani perlu memperbanyak menanam tanaman palawija yang tidak membutuhkan air banyak sehingga kebutuhan pangan tetap terpenuhi," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Lecky Frederich Koli di Kupang, Kamis, 30 Maret 2023.
Lecky mengatakan sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di NTT berlangsung lebih cepat, yaitu April 2023. Pemerintah NTT telah melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi terjadi kekurangan pangan akibat gagal panen yang dialami para petani sebagai dampak dari terjadinya kemarau.
Menurut dia, pada musim tanam kedua, April- September dimanfaatkan untuk mengisi produksi dengan menanam tanaman yang memiliki adaptasi terhadap kekeringan karena pada musim kemarau ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian sangat terbatas.
"Kami berharap para petani di NTT untuk memperbanyak menanam tanaman palawija saat musim tanam kedua ini, karena pada musim kemarau yang berlangsung lebih awal persediaan air untuk kebutuhan pertanian tentu sangat terbatas, sehingga petani perlu menanam tanaman yang tidak membutuhkan air banyak agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi," kata Lecky.
Beberapa tanaman palawija yang sangat potensi untuk dikembangkan para petani selama musim kemarau, yakni tanaman jagung, shorgum, kelor, dan kacang-kacangan terutama kacang hijau.
"Komoditas ini sangat tahan terhadap kekeringan. Tanaman palawija ini memiliki adaptasi yang sangat kuat terhadap kekeringan," tegas Lecky
Menurut dia, tanaman holtikultura seperti kacang-kacangan, jagung dan shorgum sangat membantu para petani di NTT karena membutuhkan air yang sedikit namun mampu menyediakan kebutuhan pangan sekaligus menambah pendapatan ekonomi bagi para petani, sehingga pada musim kemarau ini beberapa jenis tanaman itu mampu memenuhi kebutuhan pangan para petani.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)