Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Angka Covid-19 Terus Meningkat

Pemprov Jatim dan Pemda se-Surabaya Raya Tak Serius Tangani Covid-19

Amaluddin • 08 Juli 2020 17:48
Surabaya: Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya, Windhu Purnomo, menyebut tidak ada upaya signifikan dari Pemprov Jawa Timur dan Pemda se-Surabaya Raya dalam penagangan covid-19. Sehingga deadline dari Presiden Joko Widodo, untuk menekan virus korona selama dua pekan belum bisa dikendalikan.
 
"Saya melihat tidak ada usaha yang signifikan dari pemerintah daerah, untuk mengejar target yang diberikan oleh Presiden tersebut. Sehingga kasus terus naik," kata Windhu, dikonfirmasi, Rabu, 8 Juli 2020.
 
Windhu mengaku tidak hanya melihat dari jumlah kasus yang terus naik. Dari sisi regulasi, Windhu menyebut Pemprov Jatim dan Pemda se-Surabaya Raya juga tidak serius. 

"Kalau jumlah kasus kan resultan dari banyak hal, baik tingkat Jatim maupun di wilayah Surabaya Raya. Bukan hanya kinerja dari pemerintah setempat, tapi juga kebijakan pemerintah daerah lain serta pemerintah pusat juga tidak serius. Contohnya kebijakan mudik," kata Windhu.
 
Baca: Jatim Pesimistis Mampu Tekan Kasus Covid-19
 
Kata Windhu, ada hal yang patut disoroti dari pemerintah daerah terkait proses menekan kasus covid-19. Pertama adalah ketegasan pemerintah dalam mendorong masyarakat, tidak tegas untuk mematuhi protokol kesehatan melalui peraturan daerah (Perda).
 
Menurut Windhu, ketegasan pemerintah melalui Perda diyakini bisa menekan kasus covid-19. "Hal yang pertama kali saya lihat adalah peraturan. Nah, saya melihat tidak ada perubahan peraturan antara sebelum dan sesudah kedatangan presiden," kata Windhu.
 
Padahal, lanjut Windhu, kunci dari penurunan kasus covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Surabaya Raya adalah pengendalian kedisiplinan warga. Di mana masih banyak masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan.
 
"Selama masih ada kerumunan dan tidak menggunakan masker, maka penularan covid-19 akan terus terjadi. Jadi yang dibutuhkan adalah pengendalian dari pemerintah," kata Windhu.
 
Hingga Selasa, 7 Juli 2020, jumlah kasus covid-19 di Jatim bertambah menjadi 14.578 kasus. Sementara jumlah pasien sembuh mencapai 5.316 pasien, dan angka kematian sebanyak 1.112 pasien.
 
Surabaya Raya menjadi penyumbang kasus terbanyak di Jawa Timur dengan 9.644 orang. Dari Jumlah itu, 6.573 kasus di antaranya di Surabaya, 2.102 di Sidoarjo, dan 969 kasus di Gresik.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>