Direktur RSUD Dr Soetomo sekaligus Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
Direktur RSUD Dr Soetomo sekaligus Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)

Jatim Pesimistis Mampu Tekan Kasus Covid-19

Nasional Virus Korona Covid-19 Jatim 14 Hari
Amaluddin • 08 Juli 2020 16:02
Surabaya:Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, mengaku pesimistis angka kasus covid-19 di wilayahnya turun dalam dua pekan. Ia pun tak yakin mampu menekan penyebaran covid-19 hingga tenggat waktu yang diberikan Presiden Jokowi pada Kamis, 9 Juli 2020.
 
"Kita lihat dua pekan terakhir jalanan masih ramai, banyak juga anak-anak muda bergerombol. Kalau ngomong kasus (sulit) bisa turun," kata Joni, di Surabaya, Rabu, 8 Juni 2020.
 
Joni menilai target Jokowi tidak realistis untuk menekan kasus covid-19 di Jatim selama dua pekan. Ketimbang kasus, ia menilai lebih tepat menekan potensi angka kematian dan menaikkan angka kesembuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Target kami yang bisa ditekan angka kematian, yang bisa dinaikkan adalah angka kesembuhan, kalau kasus sulit dikendalikan," kata Joni.
 
Baca juga:Mempelai Boleh Gelar Resepsi Pernikahan
 
Menurut Joni, kunci menekan kasus covid-19 di Jatim ada di Surabaya Raya, khususnya di Kota Surabaya. Ia menyebut Surabaya menyumbang 82,1 persen kasus covid-19 di Jatim.
 
"Masalah Jatim itu ada di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo)," ungkapnya.
 
Joni berpendapat tingginya kasus di Surabaya Raya akibat penerapan aturan yang tidak tegas. Sehingga banyak masyarakat tidak disiplin, bahkan mengabaikan protokol kesehatan.
 
"Makanya perlu peraturan daerah. Sehingga walaupun tidak PSBB, tapi peraturannya bisa dibuat lebih tegas lagi,” jelas Joni.
 
Hingga Selasa, 7 Juli 2020, jumlah kasus covid-19 di Jatim bertambah menjadi 14.578 kasus. Sementara jumlah pasien sembuh mencapai 5.316 pasien, dan angka kematian sebanyak 1.112 pasien.
 
Surabaya Raya menjadi penyumbang kasus terbanyak di Jawa Timur dengan 9.644 orang. Dari Jumlah itu, 6.573 kasus di antaranya di Surabaya, 2.102 di Sidoarjo, dan 969 kasus di Gresik.
 

(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif