Polda Kalbar menetapkan lima tersangka dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, pada 8 dan 9 Oktober di Gedung DPRD Kalbar. (Istimewa)
Polda Kalbar menetapkan lima tersangka dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, pada 8 dan 9 Oktober di Gedung DPRD Kalbar. (Istimewa)

5 Demonstran di Pontianak Jadi Tersangka

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Antara • 12 Oktober 2020 15:42
Pontianak: Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan lima tersangka terkait unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 8-9 Oktober di Gedung DPRD Kalbar.
 
"Kelima tersangka tersebut ditetapkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 114 pedemo yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Menurut Donny, lima tersangka itu terbukti mengkonsumsi narkoba sebanyak tiga orang dan dua orang lainnya karena membawa senjata tajam dan barang berbahaya lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sampai saat ini, kami masih melanjutkan pemeriksaan terhadap oknum yang diamankan karena diduga melakukan tindakan anarkistis. Dari sebanyak 114 demonstran, sembilan orang reaktif dan tiga orang lainnya diketahui positif covid-19 dari hasil tes usap, sehingga menimbulkan klaster baru," ungkapnya.
 
Baca juga:Polisi Dituding Gunakan Kekerasan saat Tangkap Pedemo di Malang
 
Donny menyayangkan demonstrasi yang disertai perusakan terhadap Gedung DPRD Kalbar beberapa hari lalu. Unjuk rasa seperti itu, kata dia, rentan dimasuki penyusup yang memang bertujuan untuk memprovokasi tindakan kekerasan.
 
"Kami juga sangat menyayangkan, tiga pedemo yang positif covid-19 malah ikut-ikutan demo, sehingga dikhawatirkan menimbulkan klaster baru penyebaran virus korona di Kota Pontianak," katanya.
 
Ia mengakui tidak ingin ada aksi unjuk rasa, karena bisa berdampak atau menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19 di Kota Pontianak. Bagi dia, aksi boleh untuk menyampaikan aspirasi, asalkan bijaksana.
 
"Tidak dengan kekerasan, serta tidak mudah terprovokasi, dan yang paling penting tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan jaga jarak," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif