Ribuan massa menolak Omnibus Law saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya. (Medcom.id/Amal)
Ribuan massa menolak Omnibus Law saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya. (Medcom.id/Amal)

Khofifah Akan Minta Jokowi Tangguhkan Omnibus Law Ciptaker

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Khofifah Indar Parawansa
Amaluddin • 09 Oktober 2020 11:54
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo, agar menangguhkan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ini sesuai tuntutan buruh yang menggelar aksi menolak Omnibus Law di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
"Aspirasi mereka yang meminta Gubernur untuk berkirim surat resmi kepada Presiden Joko Widodo langsung saya penuhi. Hari ini surat dikirim melalui Mendagri," kata Khofifah, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Khofifah mengatakan selain surat, pihaknya juga akan memfasilitasi perwakilan buruh untuk berangkat ke Jakarta, guna beraudiensi dan dialog langsung dengan Menkopolhukam Mahfud MD dalam waktu dekat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka minta untuk beraudiensi dan dialog dengan Pak Menkopolhukam Mahfud MD, kami akan fasilitasi transportasi mereka ke Jakarta. Kami juga telah mengomunikasikan ke Pak Mahfud untuk menerima perwakilan buruh/pekerja asal Jatim awal minggu depan. Alhamdulillah sudah terjadwal," jelasnya.
 
Baca juga:Polisi Bubarkan Massa Pelajar yang Ikut Aksi
 
Namun, Khofifah menyesalkan adanya kericuhan dalam aksi yang berlangsung di Grahadi Kamis, 8 Oktober 2020, apalagi massa sempat merusak sejumlah fasilitas umum. Mirisnya, sejumlah pelajar ikut serta dalam insiden perusakan tersebut.
 
"Kalau tujuannya untuk menyampaikan aspirasi, unek-unek, dan tuntutan saya yakin aksi pengrusakan itu tidak akan terjadi," ungkapnya.
 
Terkait peristiwa perusakan, Khofifah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk menindak para pelaku.
 
"Kami mempercayakan Polda Jatim untuk melakukan pengusutan melalui proses penegakan hukum secara tuntas. Mulai dari dalang, provokator, sampai dengan pelaku dibalik aksi anarkistis," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif