Sejumlah pelajar di Jombang, Jawa Timur, ditangkap saat hendak aksi tolak UU Cipta Kerja. (Foto: Metro TV/Amir Zakky)
Sejumlah pelajar di Jombang, Jawa Timur, ditangkap saat hendak aksi tolak UU Cipta Kerja. (Foto: Metro TV/Amir Zakky)

Polisi Bubarkan Massa Pelajar yang Ikut Aksi

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Amir Zakky • 09 Oktober 2020 11:24
Jombang: Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, disusupi massa liar dari para pelajar, Jumat, 09 Oktober 2020. Akibatnya, polisi sempat membubarkan mereka dan sebagian ditangkap.
 
Pantauan di lapangan, aksi tolak Omnibus Law di Jombang, digelar oleh empat organisasi mahasiswa yakni GMNI, PMII, HMI, dan KAMMI. Konsentrasi aksi dilakukan di depan kantor DPRD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim.
 
Aksi yang diikuti ratusan massa itu kemudian bergerak dari bundaran ringin contong menuju gedung DPRD Jombang sekitar pukul 08.30 WIB. Beriringan, massa yang juga membawa poster menggelar orasi secara bergantian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tepat pukul 09.00 WIB, datang rombongan massa dari arah selatan dengan berpakaian serba hitam. Mereka hendak menuju halaman DPRD untuk bergabung dengan massa mahasiswa.
 
Polisi yang berjaga di area demo kemudian menghampiri mereka. Sayang, belum sempat bertemu, massa justru lari tunggang langgang, hingga aksi kejar-kejaran tak terhindarkan.
 
Baca juga:105 Peserta Aksi Tolak UU Ciptaker di Makassar Ditangkap
 
Total ada 30 pelajar yang ditangkap dan langsung dibawa ke Mapolres Jombang untuk diperiksa.
 
Kepala Satuan Sabhara Polres Jombang, AKP Dwi Basuki Nugroho, mengatakan, para pelajar itu diketahui berusaha masuk ke barisan massa aksi mahasiswa di depan kantor DPRD Jombang. Untuk menghindari aksi anarkis, pihaknya memilih membubarkan rombongan massa liar tersebut.
 
"Ini sepertinya massa liar dari anak-anak pelajar STM dan SMA," kata Dwi Basuki.
 
Basuki menyebut, dari seluruh pelajar yang diamankan, tidak ada barang barang yang terlarang yang dibawa. Mereka juga diketahui mendapat ajakan aksi melalui pesan singkat.
 
"Mereka dapat ajakan melalui WA dari kakak kelasnya. Kita bawa ke kantor dulu untuk kita periksa," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif