Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati,
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati,

Pencemaran Bengawan Solo Tahun 2019 Terparah

Nasional pencemaran sungai
Pythag Kurniati • 14 September 2019 12:19
Solo: Bengawan Solo mengalami pencemaran parah di beberapa titik. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyebut pada 2019 ini mengalami pencemaran paling parah.
 
"Fenomena pencemaran sungai sebenarnya setiap tahun terjadi. Tapi tahun ini paling parah," kata Kabid Operasi dan Pemeliharaan BBWSBS, Wahyu Kusumastuti, Sabtu, 14 September 2019.
 
Limbah membuat air Bengawan Solo menjadi hitam pekat saat musim kemarau. Penyebabnya ialah debit air yang semakin berkurang, padahal limbah terus dibuang di sungai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun ini kebetulan musim kemaraunya agak panjang dan kering. Jadi debit airnya sedikit," ujar dia
 
Menurutnya, 27 persen aliran sungai Bengawan Solo mengalami pencemaran berat. Sisanya pencemaran ringan dan sebagian tidak tercemar.
 
Dia mengatakan BBWSBS hanya memiliki fungsi monitor dan evaluasi. Sedangkan untuk teknis penindakan akan dilakukan pemerintah daerah.
 
"Kami hanya memonitor aliran Bengawan Solo di 28 titik, mana saja yang tercemar. Setelah itu kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait," kata dia.
 
Adapun beberapa titik yang terpantau mengalami pencemaran ialah di Blora. Diduga pencemaran terjadi karena pabrik-pabrik membuang limbah ke sungai.
 
Di Solo juga demikian, air sungai tercemar alkohol yang diduga dari limbah industri etanol di Sukoharjo. Hal ini menyebabkan Perumda Air Minum Solo sempat menyetop operasi salah satu instalasi pengolahan air selama dua hari.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif