Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung Riana Apriana saat memberikan keterangan, di Bandarlampung, Minggu, 3 Juli 2022. ANTARA/Dian Hadiyatna
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung Riana Apriana saat memberikan keterangan, di Bandarlampung, Minggu, 3 Juli 2022. ANTARA/Dian Hadiyatna

Bandar Lampung Tambah 8 Kontainer Sampah Tampung Limbah Domestik

Antara • 03 Juli 2022 16:30
Bandar Lampung: Pemerintah Kota Bandar Lampung segera menambah 8 kontainer sampah untuk menampung sementara limbah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat setempat.
 
"Saat ini penambahan 8 kontainer sampah dalam proses lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung, Riana Apriana, di Bandar Lampung, Minggu, 3 Juli 2022.
 
Baca: Polusi Udara dari Asap Pabrik Sawit Meresahkan Warga Siak

Dia mengatakan penambahan kontainer sampah tersebut untuk menghadapi penambahan kuantitas limbah domestik yang meningkat di kota ini, yang rata-rata mencapai 1.000 ton per hari.
 
Saat ini, lanjut dia, DLH memiliki 40 kontainer sampah yang tersebar di sejumlah kecamatan guna menampung sementara limbah domestik sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Volume sampah per hari di Bandarlampung saat ini sudah 1.000 ton per hari, Jumlah tersebut meningkat dari jumlah tahun lalu yang hanya 850 ton per hari. Hal itu tentu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota, maka kami tambah delapan kontainer lagi," jelasnya.
 
Ia mengatakan 8 kontainer tersebut nantinya akan ditempatkan di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta di sejumlah pasar tradisional agar mereka tidak membuang sampah di sembarang tempat.
 
"Dalam satu hari maksimal 3 kali kontainer sampah diangkut ke TPA Bakung," ungkapnya.
 
Menurut dia peningkatan volume sampah di Bandar Lampung ini pun bukan hanya dihasilkan dari limbah domestik masyarakat setempat. Namun terdapat juga sampah dari warga luar daerah yang berbatasan langsung dengan kota ini.
 
"Peningkatan kuantitas sampah itu karena banyak warga luar daerah ikut membuang sampah di Bandar Lampung, seperti di Kecamatan Rajabasa dan Sukarame," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif