Truk penambang pasir tertimbun pasir di aliran Sungai Gendol, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Foto: istimewa.
Truk penambang pasir tertimbun pasir di aliran Sungai Gendol, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Foto: istimewa.

Truk Penambang Pasir di Lereng Gunung Merapi Tertimbun

Nasional gunung merapi lava Erupsi Gunung Hujan Deras
Ahmad Mustaqim • 19 April 2022 16:43
Yogyakarta: Satu unit truk penambang di lereng Gunung Merapi tertimbun material pasir di aliran Sungai Gendol, Srunen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 19 April 2022. Kondisi itu terjadi akibat alihan lahan dingin saat hujan deras.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan truk penambang tersebut hampir semuanya tertutup pasir. Dalam sebuah laporan, hanya terlihat sudut kecil bagian atas truk.
 
"Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Sopir atas nama Nyamin warga Grobogan, Jawa Tengah, berhasil menyelematkan diri," kata Bambang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam data laporan yang diterima BPBD Kabupaten Sleman, truk tersebut jenis Mitsubishi HDX tahun 2019 dengan bak warna kuning. Truk itu bernomor polisi K-1462-TP.
 
Baca: Sepekan, Material Gunung Merapi Meluncur 124 Kali
 
Peristiwa itu terjadi saat truk telah turun ke aliran Sungai Gendol untuk mengangkut pasir. Dalam proses menaikkan pasir ke bak truk, aliran Sungai Gendol meningkat dengan membawa material pasir dan batu.
 
Warga di sekitar lokasi meneriaki para penambang kalau aliran Sungai Gendol mengalami pasang. Dalam kondisi mendesak, truk tersebut ditinggal hingga tertimbun material pasir.
 
"Korban bersama pencari pasir tersebut lari meninggalkan truk dan menyelamatkan diri ke tepi sungai," ujar Bambang.
 
Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan diri peningkatan curah hujan di kawasan puncak Gunung Merapi. Ia menyebutkan peringatan tersebut memberi kode adanya cuaca ekstrem dengan akumulasi curah hujan 47 milimeter dari stasiun Pasar Bubar.
 
"Truk saat ini dalam proses evakuasi dengan alat berat yang dilakukan relawan bersama warga. Ini dilakukan sambil memantau kondisi cuaca di sekitar lokasi," ungkapnya.
 
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif