Kepala BPPTKG, Hanik Humaida. Medcom.id/ahmad mustaqim
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida. Medcom.id/ahmad mustaqim

Gunung Merapi 151 Kali Erupsi Selama Sepekan

Nasional gunung merapi Erupsi Gunung
Ahmad Mustaqim • 23 April 2022 16:26
Yogyakarta: Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi dalam sepakan terakhir. Hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam periode 15-21 April 2022, menunjukkan erupsi masih terjadi lebih dari 100 kali dan kubah lava cenderung stagnan. 
 
"Pada minggu ini terjadi sekali awan panas guguran ke arah barat daya (hulu Sungai Bebeng) dan guguran lava sebanyak 150 kali," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, di Yogyakarta, Sabtu, 23 April 2022. 
 
Ia menjelaskan erupsi awan panas tersebut meluncur sejauh 2 kilometer. Adapun material lava yang meluncur ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng juga sejauh maksimal 2 kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanik mengungkapkan hasil analisis morfologi dari Stasiun kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2 menunjukkan kubah lava tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Ia mengatakan kubah lava bagian tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan. 
 
"Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.672.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.582.000 meter kubik," jelasnya. 
 
Baca juga: Truk Penambang Pasir di Lereng Gunung Merapi Tertimbun
 
Selain itu, peristiwa kegempaan juga masih terjadi, di antaranya gempa Awanpanas Guguran (APG) sekali, 12 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 86 kali gempa Fase Banyak (MP), 889 kali gempa Guguran (RF), 9 kali gempa Hembusan (DG), dan 7 kali gempa Tektonik (TT). Dari catatan itu menunjukkan intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi.
 
Hanik melanjutkan pada pekan ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 74 milimeter per jam selama 80 menit di Pos Kaliurang 16 April 2022.
 
Selain itu, dilaporkan terjadi lahar di Sungai Woro, Gendol dan Krasak pada tanggal 19 April. Saat itu menyebabkan salah satu truk penambang pasir tertutup pasir akibat tak mengetahui perkembangan cuaca. 
 
Ia menambahkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas erupsi efusif sehingga status aktivitas Gunung Merapi masih siaga. 
 
"Kami ingatkan potensi bahaya berupa guguran lava dan awanpanas sektor selatan barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," ungkapnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif