Cianjur: Pesisir pantai Selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rawan berpotensi tsunami. Kondisi tersebut lantaran Kabupaten Cianjur memiliki bentangan garis pantai sepanjang hampir 75 kilometer yang terhubung langsung dengan Samudra Hindia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Fatah Rizal, tak memungkiri dengan kerawanan potensi tsunami di pesisir pantai Selatan. Berkaitan antisipasi, beberapa upaya sudah dilakukan.
"Mulai bantuan pemasangan spot-spot peringatan dini dari pemerintah provinsi. Alhamdulillah, Kabupaten Cianjur termasuk yang diberikan bantuan," terang Rizal, Minggu, 7 Agustus 2022.
Kewaspadaan terhadap potensi tsunami, sebut Rizal, harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Termasuk kegiatan simulasi menyangkut evakuasi, titik kumpul, dan lainnya.
"Di beberapa titik di pesisir pantai selatan juga sudah dipasangi EWS (early warning system) tsunami sebagai alat peringatan dini," sebut Rizal.
Sayang, perangkat EWS tsunami di beberapa titik di pesisir pantai Selatan kondisinya rusak. Rizal pun tak menafikan perlu ada perbaikan terhadap EWS tsunami yang rusak tersebut.
"Kalau perangkat EWS tsunami yang ada pada kami (BPBD) kondisinya masih bagus. Tapi yang dipasang di beberapa pesisir pantai perlu perbaikan. (Kondisinya) tidak maksimal untuk digunakan," jelasnya.
Rizal mengaku sudah melaporkan kondisi perangkat EWS tsunami yang rusak. Namun belum ada upaya perbaikan.
"Kalau yang ada di BPBD itu sifatnya seperti server untuk menampung informasi dari wilayah," kata Rizal.
Pesisir pantai Selatan Kabupaten Cianjur terbentang dari Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, hingga Cidaun. Infrastruktur perangkat EWS tsunami terpasang di beberapa titik di wilayah tersebut.
"Berbagai potensi perkembangan kebencanaan selalu kami laporkan ke BNPB maupun ke BPBD Provinsi Jabar," ujarnya.
Cianjur: Pesisir pantai Selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rawan
berpotensi tsunami. Kondisi tersebut lantaran Kabupaten Cianjur memiliki bentangan garis pantai sepanjang hampir 75 kilometer yang terhubung langsung dengan Samudra Hindia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Fatah Rizal, tak memungkiri dengan kerawanan potensi tsunami di
pesisir pantai Selatan. Berkaitan antisipasi, beberapa upaya sudah dilakukan.
"Mulai bantuan pemasangan spot-spot peringatan dini dari pemerintah provinsi. Alhamdulillah, Kabupaten Cianjur termasuk yang diberikan bantuan," terang Rizal, Minggu, 7 Agustus 2022.
Kewaspadaan terhadap potensi tsunami, sebut Rizal, harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Termasuk kegiatan simulasi menyangkut evakuasi, titik kumpul, dan lainnya.
"Di beberapa titik di pesisir pantai selatan juga sudah dipasangi EWS
(early warning system) tsunami sebagai alat peringatan dini," sebut Rizal.
Sayang, perangkat EWS tsunami di beberapa titik di pesisir pantai Selatan kondisinya rusak. Rizal pun tak menafikan perlu ada perbaikan terhadap EWS tsunami yang rusak tersebut.
"Kalau perangkat EWS tsunami yang ada pada kami (BPBD) kondisinya masih bagus. Tapi yang dipasang di beberapa pesisir pantai perlu perbaikan. (Kondisinya) tidak maksimal untuk digunakan," jelasnya.
Rizal mengaku sudah melaporkan kondisi perangkat EWS tsunami yang rusak. Namun belum ada upaya perbaikan.
"Kalau yang ada di BPBD itu sifatnya seperti server untuk menampung informasi dari wilayah," kata Rizal.
Pesisir pantai Selatan Kabupaten Cianjur terbentang dari Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, hingga Cidaun. Infrastruktur perangkat EWS tsunami terpasang di beberapa titik di wilayah tersebut.
"Berbagai potensi perkembangan kebencanaan selalu kami laporkan ke BNPB maupun ke BPBD Provinsi Jabar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)