Pesawaran: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran dalam waktu dekat akan menyelesaikan proses pecocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pemilu 2024.
Komisioner KPU Bidang Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Pesawaran Dody Afriyanto mengatakan, pada hari ke 25 pelaksanaan pencoklitan data pemilih pada aplikasi e-coklit telah mencapai 98% dari data pemilih 347.835 jiwa.
"Sampai saat ini, kita sudah melakukan pencoklitan kepada 340.981 dari data pemilih yang kita tetapkan. Dan sisanya ini lagi kita menyisir untuk memastikan tidak ada warga atau masyarakat kita yang tertinggal," ujarnya, Rabu, 8 Maret 2023.
Dirinya mengatakan, dalam pencoklitan yang dilakukan ada kemungkinan penambahan ataupun pengurangan pemilih, namun pihaknya sampai saat ini belum melakukan rekapan.
"Kita tunggu sampai selesai coklit dulu baru direkap, maka nanti akan kelihatan jumlahnya berapa yang bertambah maupun berkurang, kalau saat ini belum ketahuan," ujar dia.
"Kalau berdasarkan data sementara untuk data yang tidak memenuhi syarat (TMS) dengan kode 1 (meninggal) sekitar 7.435, kemudian kode 3 (dibawah umur) sekitar 8 orang, kode 6 (TNI) sekitar 116 orang, kode 7 (Polri) sekitar 35 orang," kata dia.
Dirinya menjelaskan, kegiatan coklit sudah dimulai sejak 12 Februari dan akan berakhir pada 14 Maret 2023.
"Mudah-mudahan sebelum batas akhir pencoklitan ini, petugas kita sudah merampungkan pendataan kepada warga, sehingga masyarakat ini dapat menyalurkan hak suaranya," katanya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Pesawaran: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran dalam waktu dekat akan menyelesaikan proses pecocokan dan penelitian (coklit)
data pemilih untuk Pemilu 2024.
Komisioner KPU Bidang Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Pesawaran Dody Afriyanto mengatakan, pada hari ke 25 pelaksanaan pencoklitan data pemilih pada aplikasi e-coklit telah mencapai 98% dari data pemilih 347.835 jiwa.
"Sampai saat ini, kita sudah melakukan pencoklitan kepada 340.981 dari data pemilih yang kita tetapkan. Dan sisanya ini lagi kita menyisir untuk memastikan tidak ada warga atau masyarakat kita yang tertinggal," ujarnya, Rabu, 8 Maret 2023.
Dirinya mengatakan,
dalam pencoklitan yang dilakukan ada kemungkinan penambahan ataupun pengurangan pemilih, namun pihaknya sampai saat ini belum melakukan rekapan.
"Kita tunggu sampai selesai coklit dulu baru direkap, maka nanti akan kelihatan jumlahnya berapa yang bertambah maupun berkurang, kalau saat ini belum ketahuan," ujar dia.
"Kalau berdasarkan data sementara untuk data yang tidak memenuhi syarat (TMS) dengan kode 1 (meninggal) sekitar 7.435, kemudian kode 3 (dibawah umur) sekitar 8 orang, kode 6 (TNI) sekitar 116 orang, kode 7 (Polri) sekitar 35 orang," kata dia.
Dirinya menjelaskan,
kegiatan coklit sudah dimulai sejak 12 Februari dan akan berakhir pada 14 Maret 2023.
"Mudah-mudahan sebelum batas akhir pencoklitan ini, petugas kita sudah merampungkan pendataan kepada warga, sehingga masyarakat ini dapat menyalurkan hak suaranya," katanya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)