Cirebon: Orang tua dari Z, bocah disabilitas yang menjadi korban perundungan siswa SMK di Kabupaten Cirebon, minta proses hukum bagi para pelaku tetap dilanjutkan.
Menurutnya, perundungan yang dilakukan oleh pelaku terhadap anaknya itu, sudah melampaui batas. Apalagi, kasus perundungan yang dilakukan oleh pelaku terhadap putranya ini, merupakan kesekian kalinya.
"Sebelumnya, anak saya juga pernah disundut rokok oleh pelaku," kata Maesunah, ibu korban, Jumat 23 September 2022.
Agar memberikan efek jera dan tidak kembali mengulangi perbuatannya, ibu korban meminta kepada pihak kepolisian, untuk melanjutkan proses hukum para pelaku.
"Saya pengen pelaku tetap dihukum. Pengen tetap lanjut untuk mendapatkan keadilan," kata Maesunah.
Maesunah menceritakan, dirinya pertama kali mendapatkan informasi perundungan yang diterima oleh anaknya, berasal dari muridnya di sekolah.
Ia mendapatkan kiriman video tersebut sekira pukul 15.00. Sedangkan kejadian perundungannya, terjadi pada pukul 13.00. Usai melihat video itu, banyak warga yang mendukung untuk melaporkan kepada pihak kepolisian.
"Yang lihat video itu marah semua. Bahkan banyak teman-teman saya yang datang kesini. Mereka mendukung untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian," kata Maesunah
Cirebon: Orang tua dari Z,
bocah disabilitas yang menjadi korban perundungan siswa SMK di Kabupaten Cirebon, minta proses hukum bagi para pelaku tetap dilanjutkan.
Menurutnya, perundungan yang dilakukan oleh pelaku terhadap anaknya itu, sudah melampaui batas. Apalagi, kasus
perundungan yang dilakukan oleh pelaku terhadap putranya ini, merupakan kesekian kalinya.
"Sebelumnya, anak saya juga pernah disundut rokok oleh pelaku," kata Maesunah, ibu korban, Jumat 23 September 2022.
Agar memberikan
efek jera dan tidak kembali mengulangi perbuatannya, ibu korban meminta kepada pihak kepolisian, untuk melanjutkan proses hukum para pelaku.
"Saya pengen pelaku tetap dihukum. Pengen tetap lanjut untuk mendapatkan keadilan," kata Maesunah.
Maesunah menceritakan, dirinya pertama kali mendapatkan informasi perundungan yang diterima oleh anaknya, berasal dari muridnya di sekolah.
Ia mendapatkan kiriman video tersebut sekira pukul 15.00. Sedangkan kejadian perundungannya, terjadi pada pukul 13.00. Usai melihat video itu, banyak warga yang mendukung untuk melaporkan kepada pihak kepolisian.
"Yang lihat video itu marah semua. Bahkan banyak teman-teman saya yang datang kesini. Mereka mendukung untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian," kata Maesunah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)