NEWSTICKER
Kantor ABU Tours di Sumatera Selatan. MEDIA INDONESIA/Dwi Apriani
Kantor ABU Tours di Sumatera Selatan. MEDIA INDONESIA/Dwi Apriani

Tersangka Kasus ABU Tours Bertambah

Nasional penipuan ibadah umrah Abu Tours Travel
Andi Aan Pranata • 09 Juli 2018 20:34
Makassar: Penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menetapkan satu tersangka baru kasus penggelapan, penipuan, dan pencucian uang jemaah perusahaan travel umrah PT Amanah Bersama Umat (ABU) Tours. Dia adalah Chaeruddin alias Heru, salah satu komisaris perusahaan.
 
Heru menyusul dua tersangka lain yang telah lebih dulu ditahan di Polda Sulsel. Masing-masing direktur utama dan pemilik perusahaan ABU Tours Muhammad Hamzah Mamba, serta mantan direktur keuangan bernama Muhammad Kasim.
 
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, Heru dijerat Pasal 732 dan 55 KUHP tentang Penggelapan serta Penipuan. Dia juga disangkakan dengan Pasal 5 UU nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyidik sudah memeriksa tersangka sejak Jumat lalu. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara," kata Dicky di Makassar, Senin 9 Juli 2018.
 
Dicky menjelaskan, Heru menjadi tersangka karena diduga turut menerima dan menyimpan uang hasil penggelapan dana jemaah ABU Tours. Menurut penelusuran penyidik, dia juga membelanjakan uang setoran untuk kepentingan pribadi.
 
Heru disebut berperan meneruskan uang setoran jemaah Abu Tours kepada Hamzah Mamba. Sebagai bonus, dia menerima satu unit mobil, rumah, dan ongkos berangkat haji dan umrah bersama keluarga.
 
"Kita belum hitung berapa jumlah uang yang dinikmati, tapi yang jelas dia mengambil uang jemaah," ujar Dicky.
 
Menurut Dicky, tersangka ABU Tours kemungkinan bakal bertambah. Istri Hamzah Mamba bernama Nur Syariah berpotensi jadi tersangka. Pasalnya, Nur diduga ikut terlibat penggelapan dana jemaah.
 
"Diduga menerima, menyimpan uang jemaah. Dan dibelanjakan untuk kepentingan pribadi," imbuhnya.
 
Polda Sulsel segera melimpahkan berkas penyidikan ABU Tours ke Kejaksaan. Dicky berharap kasus ini segera disidangkan.
 
Sebelumnya ABU Tours menelantarkan 86 ribu calon jemaah umrah di 16 provinsi. Perusahaan diduga menampung uang setoran senilai Rp1 triliun lebih. Sedangkan aset terkait perusahaan yang telah disita Polisi, sekitar Rp200 miliar.
 
"Kalau dibandingkan uang jemaah, belum ada apa-apanya. Tapi kalau ada aset baru pasti akan disita," pungkasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif