Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Surabaya Diminta Pikir Ulang Buka KBM Tatap Muka

Nasional Virus Korona Metode Pembelajaran
Amaluddin • 04 Agustus 2020 21:07
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur,diminta mempertimbangkan kembali rencana pengaktifan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. KBM secara langsung dinilai membahayakan siswa.
 
"Pemkot Surabaya harus pikir-pikir lagi untuk membuka kembali sekolah tatap muka," kata Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Windhu Purnomo, Selasa, 3 Agustus 2020.
 
Secara epidemiologi, lanjut Windhu, Surabaya masih belum aman dari ancaman covid-19 sebab berada di zona merah dan tingkat penularannya tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kriteria (aman covid-19 dari) WHO dan Bappenas, tingkat penularan yang simbolnya Rate of Transmission (RT) harus di bawah satu selama 14 hari berturut-turut," ujarnya.
 
Baca juga:Semarang Kehilangan Rp1,1 Triliun Akibat Pandemi Covid-19
 
Menurut Windhu, angka RT atau tingkat penularan covid-19 di Kota Pahlawan masih fluktuatif dan belum dapat dikendalikan. Angka kematian dan penambahan kasus setiap harinya masih tinggi.
 
"(RT) Surabaya masih tinggi 8,9 persen, padahal nasional kurang dari 4,5 persen. Sedangkan WHO targetnya dua persen. Jadi tingkat keamanan di Surabaya masih jauh," ungkapnya.
 
Ketika memutuskan untuk proses belajar mengajar tatap muka, Windhu menyarankan Pemkot Surabaya memperhatikan aktivitas peserta didik, mulai dari berangkat hingga pulang sekolah. Apalagi jika ada siswa yang berangkat ke sekolah menaiki kendaraan umum, rentan tertular covid-19.
 
"Berangkat dari rumah menuju sekolah itu pasti ada yang naik transportasi umum dan itu berisiko tinggi karena sering kali jaga jarak dilanggar," sebut dia.
 
Baca juga:UNU Dorong Proses Hukum terhadap Bambang Ariyanto
 
Selain itu pada saat pulang sekolah, tidak ada jaminan siswa langsung kembali ke rumah. Pemkot Surabaya dinilai tak mungkin mengawasi setiap peserta didik mulai berangkat hingga siswa kembali ke rumah.
 
"Apa Pemkot mau mengikuti anak dari berangkat sampai pulang sekolah sampai rumah, tentu kan tidak mungkin," katanya.
 
Alih-alih melonggarkan KBM seluruh tingkatan, Windhu menyarankan Pemkot Surabaya hanya membuka sekolah yang wilayahnya masuk zona hijau. Pun hanya SMA/sederajat yang KBM-nya dibuka secara tatap muka.
 
"Siswa SMA lebih dewasa untuk kepatuhan protokol kesehatan. Kalau SMA setelah dievaluasi bagus baru SMP, lanjut SD," ujarnya.
 
Dinas Pendidikan Kota Surabaya melalui berencana memulai KBM di sekolah, bagi siswa SMP. Pada tahap awal, akan dimulai di 21 SMP, baik swasta maupun negeri yang mewakili lima wilayah sekolah di Surabaya, sebagai proyek percontohan.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif